Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap dari seorang anak untuk menguji virus corona Covid-19 di pusat pengujian di Allahabad, India pada 21 September 2020. ( Foto: SANJAY KANOJIA / AFP )

Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap dari seorang anak untuk menguji virus corona Covid-19 di pusat pengujian di Allahabad, India pada 21 September 2020. ( Foto: SANJAY KANOJIA / AFP )

Covid-19 Berkontribusi pada Angka Kematian Anak di Asia Selatan

Kamis, 18 Maret 2021 | 06:42 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW DELHI, investor.id – Pandemi virus corona Covid-19 mungkin secara tidak langsung telah menambah kontribusi sekitar 228.000 kematian anak, serta 11.000 kematian ibu, dan 3,5 juta kehamilan yang tidak diinginkan pada 2020 di Asia Selatan. Demikian menurut laporan hasil studi Unicef yang dirilis pada Rabu (17/3).

Studi yang dilakukan oleh Unicef menyebutkan, penyebabnya adalah penurunan drastis dalam ketersediaan dan penggunaan layanan kesehatan masyarakat yang penting karena pandemi Covid-19 yang melanda seluruh India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Afghanistan dan Sri Lanka – yang menjadi rumah bagi 1,8 miliar orang.

“Lemahnya layanan penting ini telah berdampak buruk pada kesehatan dan gizi keluarga termiskin. Sangat penting bahwa layanan ini sepenuhnya dipulihkan bagi anak-anak dan ibu yang sangat membutuhkannya, dan segala sesuatu yang mungkin dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat merasa aman untuk menggunakannya,” ujar Direktur Regional Unicef George Laryea-Adjei.

Perkiraan tersebut didasarkan pada perubahan aktual yang diamati dan latihan pemodelan menggunakan data dari sebelum pandemi di Asia Selatan, di mana pada 2019 saja terdapat 1,4 juta anak balita meninggal dan 63% di antaranya adalah bayi baru lahir.

Sebagai informasi, negara-negara di kawasan itu, seperti di tempat lain, telah memberlakukan aturan karantina atau lockdown yang ketat guna menghentikan penyebaran virus corona. Namun kini sudah banyak pelonggaran pembatasan, meskipun ada banyak sekolah yang masih tutup.

Laporan tersebut mengungkapkan, walau layanan kesehatan tidak ditutup, jumlah orang yang berkunjung mengalami penuruna. Semisal di Bangladesh dan Nepal, jumlah anak kecil yang dirawat karena malnutrisi akut parah (SAM) turun lebih dari 80%, sementara vaksinasi terhadap anak turun tajam di India dan Pakistan.

Di samping itu, ada sekitar 420 juta anak di Asia Selatan yang tidak bersekolah karena pandemi Covid-19. Laporan itu juga memperingatkan, ada sembilan juta anak yang kemungkinan tidak akan pernah kembali ke sekolah. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan angkan perkawinan pada anak, dan menambah 400.000 kehamilan pada remaja, serta peningkatan jumlah kematian ibu dan bayi, sekaligus angka stunting pada anak.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN