Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Dana Asing Dapat Keluar dari Asia

Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:12 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id - Pasar berkembang di Asia dapat menjadi korban dari paket stimulus ekonomi baru senilai US$ 1,9 triliun di Amerika Serikat (AS), yang diumumkan presiden terpilih Joe Biden pada Kamis (14/1) waktu setempat.

Sebelum detail dari paket penyelamatan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 diumumkan, kata James Sullivan, kepala riset ekuitas JPMorgan untuk Asia selain Jepang, sebagian besar investor berpandangan sangat positif terhadap Asia dan pasar berkembang. Dibandingkan terhadap AS.

“Kami lihat selama 18 pekan berturut-turut aliran dana masuk ke Asia di luar Jepang. Tapi karena Biden sudah mengumumkan rencananya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemungkinan besar dana-dana itu mulai berbalik keluar dari pasar berkembang di Asia dan kembali ke AS,” tutur Sullivan, seperti dikutip CNBC.

Usulan paket, yang akan digulirkan oleh Biden setelah resmi menjabat presiden ke-46 AS pada 20 Januari 2021 itu mencakup program-program untuk mendukung keluarga maupun perusahaan, sampai saat vaksin Covid-19 terdistribusi secara merata. Stimulus yang diberi nama Rencana Penyelamatan Amerika ini juga mencakup bantuan langsung tunai dan tunjangan pengangguran.

Karena sebelumnya stimulus fiskal itu kurang, lanjut Sullivan, JPMorgan tadinya memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS dapat terpangkas dua poin persentase.

“Kami (dulu) memperkirakan bahwa dengan paket stimulus fiskal US$ 900 miliar, alih-alih terpangkas dua poin persentase, PDB dapat terangkat 70 basis poin,” ujar Sullivan.

Berarti paket stimulus yang diumumkan oleh Biden itu dua kali lipat lebih dari ekspektasi JPMorgan. Ia memperkirakan itu akan menjadi kejutan positif bagi pasar dan ekonomi AS secara keseluruhan.

“Aliran dana investor yang tadinya mengucur deras ke Asia selama beberapa bulan terakhir dapat berbalik arah dan mungkin sudah separuh jalannya,” kata dia.

Pasar Tiongkok, yang menunjukkan kinerja terbaik regional pada 2020, menurut Sullivan akan menjadi yang pertama kali terdampak oleh pembalikan arah aliran dana investor tersebut.
 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN