Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

Dana Mengalir Deras ke Saham

Sabtu, 10 April 2021 | 05:59 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Kucuran dana para investor ke pasar saham di Amerika Serikat (AS) dalam lima bulan terakhir disebutkan lebih banyak dibandingkan total selama 12 tahun sebelumnya. Statistik yang dikeluarkan Bank of America dan dilansir CNBC pada Jumat (9/4) itu mencerminkan periode yang mana indeks Dow Jones naik lebih dari 26%.

Pada saat yang sama, pasar telah mengalami tren-tren yang luar biasa. Termasuk gelombang masuk saham-saham meme seperti GameStop dan AMC Entertainment Holdings. Saham meme adalah saham yang volumenya naik bukan lantaran kinerja perusahaan, tapi ingar bingarnya di media sosial dan forum-forum online. Harga saham seperti ini biasanya overvalued karena naik tajam hanya dalam tempo singkat.

Sementara itu, volume perdagangan saham, menurut laporan tersebut, naik 40% sepanjang kuartal I 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya. Para investor masuk ke sektor-sektor yang performanya buruk tahun lalu, di tengah harapan pulihnya ekonomi dari krisis pandemi Covid-19.

“Di tengah ingar bingar itu, sekitar US$ 569 miliar masuk ke dana-dana ekuitas global sejak November 2020, dibandingkan US$ 452 miliar dalam 12 tahun sebelumnya, yang menandai awal dari bull market terpanjang dalam sejarah,” ujar Direktur Strategi Investasi Bank of America Michael Hartnett.

Angka-angka tersebut dinilai dapat dengan mudah mempertebal kekhawatiran yang sudah tentang gelembung pasar finansial. Karena valuasi berada di kisaran sebelum meletusnya gelembung dotcom pada 2000. Tapi kali ini situasinya tidak biasa.

“Kali ini lebih banyak logika yang masuk pasar. Bukan karena gegap gempita di pasar secara keseluruhan, bukan seperti level pada 1999-2000, tapi lebih tentang apa yang menjadi faktor pendorong. Dan itu jelas karena lonjakan kegiatan ekonomi yang berpotensi membuat sebagian mencatatkan pertumbuhan laba,” tutur Art Hogan, direktur strategi pasar National Holdings.

Musim laporan keuangan kuartal pertama akan keluar pekan depan dan sentimen yang ada sangat tinggi. Laba-laba tahunan diperkirakan naik 23,8%. Yang mana itu saja, menurut FactSet, akan menjadi tingkat pertumbuhan terbaik sejak kuartal tiga 2018.

Tapi, yang lebih menggembirakan adalah kalangan analis terus menaikkan ekspektasi jelang keluarnya laporan-laporan laba tersebut. Ini berkebalikan dengan yang biasanya terjadi. Wall Street biasanya menurunkan prospek saat menjelang keluarnya musim laporan keuangan.

Untuk laporan keuangan kuartalan, laba diperkirakan naik 6% menjadi US$ 39,86 untuk saham-saham di indeks S&P 500. Hal tersebut akan mencerminkan kenaikan persentase terbesar sejak FactSet mulai mengeluarkan data ini pada kuartal dua 2002.

Pada saat yang sama, ekspektasi juga tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 6,2% di kuartal pertama. Bank sentral AS memperkirakan ekonnomi tumbuh 6,5% tahun ini, atau akan menjadi pertumbuhan tahunan terpesat sejak 1984.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN