Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato selama sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, pada 4 Juni 2021. ( Foto: ANATOLY MALTSEV / POOL / AFP )

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato selama sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, pada 4 Juni 2021. ( Foto: ANATOLY MALTSEV / POOL / AFP )

Davos Rusia Tetap Digelar

Jumat, 4 Juni 2021 | 06:40 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SAINT PETERSBURG, investor.id - Sebuah forum ekonomi kembali digelar di kota Saint Petersburg oleh Pemerintah Rusia. Tujuannya untuk memberi sinyal bahwa pihaknya telah bergerak melampaui pandemi virus corona dan terbuka untuk bisnis, meskipun ada ketegangan politik.

Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF), sering dijuluki Davos Rusia, secara resmi dimulai pada Kamis (3/6). Forum tersebut merupakan pameran utama negara bagi investor, menarik para pemimpin politik dan bisnis dari seluruh dunia.

Acara tersebut telah diselenggarakan setiap tahun sejak 1997, dibatalkan hanya pada 2020 karena pandemi. Bertempat di kota kelahiran Presiden Rusia Vladimir Putin, forum akan menampilkan presiden pada Jumat (4/6).

“Forum ini sangat penting untuk citra kota, pemulihan pertumbuhan ekonomi, dan kebangkitan pariwisata," kata Gubernur Saint Petersburg Alexander Beglov kepada kantor berita RIA Novosti, Kamis (3/6).

Skala forum akan lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah peserta dibatasi 5.000 orang. Sebagai perbandingan, SPIEF 2019 dihadiri oleh lebih dari 19.000 orang dari 145 negara, menurut penyelenggara.

Pada forum yang sebelumnya dihadiri oleh para pemimpin Tiongkok, Prancis, dan India, Putin akan bergabung melalui tautan video (videolink) oleh Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, yang telah mengirim salah satu delegasi terbesar tahun ini.

Pengurangan kehadiran juga terjadi setelah tahun yang bergejolak untuk diplomasi Rusia, ketika hubungan dengan Barat mencapai titik terendah baru setelah keracunan dan pemenjaraan kritikus Rusia, Alexei Navalny. Sebelumnya, hubungan kedua negara telah memburuk sejak aneksasi Krimea pada 2014.

Tetapi para pejabat Rusia sekarang mengatakan politik yang buruk tidak boleh dibiarkan mengganggu bisnis yang baik. Pernyataan ini disampaikan Chris Weafer, analis dan pendiri perusahaan konsultan Macro-Advisory.

Menurut Weafer, salah satu pesan di SPIEF tahun ini adalah bahwa Rusia telah berbelok dan telah belajar dari tujuh tahun terakhir, ditandai dengan harga minyak yang rendah dan sanksi.

Taat Protokol

Forum itu bergulir hampir setahun setelah pemerintah Rusia mencabut karantina ketat yang diberlakukan musim semi lalu, ketika virus corona melanda seluruh negeri.

Sejak akhir musim panas, sebagian besar pembatasan virus telah dicabut. Pihak berwenang memilih untuk melindungi ekonomi dan menyematkan harapan pada vaksin Sputnik V Rusia yang didaftarkan pada Agustus 2020.

Negara ini masih terus mencatat rata-rata 9.000 infeksi baru setiap hari. Untuk memastikan keamanan virus di forum, semua peserta tahun ini diharuskan untuk tes dengan hasil negatif untuk virus corona sebelum memasuki lokasi acara. Di dalam, masker wajib dipakai.

Julius Bakazarov (19), sukarelawan forum, mengatakan kepada AFP bahwa para peserta tidak pernah mengabaikan permintaan untuk mengenakan masker atau mematuhi aturan lain.

Namun di lapangan kenyataannya berbeda. Sedikit orang yang memakai masker, berjabat tangan di antara peserta, dan kerumunan besar berkumpul di tempat-tempat forum.

Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, telah berjuang untuk menahan penyebaran virus. Terutama setelah ledakan pariwisata domestik membuat bekas ibu kota itu menjadi tujuan wisata yang populer.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN