Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah plakat yang menyatakan Thailand milik rakyat telah ditempatkan oleh para pemimpin protes pro-demokrasi di lapangan Sanam Luang di Bangkok pada 20 September 2020. ( Foto: JACK TAYLOR / AFP )

Sebuah plakat yang menyatakan Thailand milik rakyat telah ditempatkan oleh para pemimpin protes pro-demokrasi di lapangan Sanam Luang di Bangkok pada 20 September 2020. ( Foto: JACK TAYLOR / AFP )

Demonstran Thailand Berjanji Lanjutkan Aksi

Selasa, 22 September 2020 | 07:05 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BANGKOK, investor.id - Plakat Rakyat yang dipasang oleh pengunjuk rasa di dekat Istana Kerajaan Bangkok sudah tertanam di hati rakyat Thailand. Para para aktivis mengatakan hal ini, Senin (21/9), sambil menegaskan bahwa pencabutan plakat tersebut hanya menandai awal dari perlawanan mereka untuk mereformasi monarki.

Sekitar 30.000 demonstran turun ke jalan pada akhir pekan lalu. Itu adalah unjuk rasa terbesar, sejak aksi protes berlangsung hampir setiap hari, dimulai dua bulan lalu dengan dipimpin oleh pelajar.

Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-O-Cha, mantan panglima angkatan darat yang mendalangi kudeta 2014.

Banyak juga yang menyerukan agar monarki menjauhi politik dan memasang Plakat Rakyat dalam taman sejarah Sanam Luang, dekat Grand Palace Bangkok pada Minggu (20/9) pagi.

Pada Senin plakat tersebut telah hilang, tetapi para demonstran tetap tidak menyerah. Aktivis terkemuka Parit Chiwarak kepada wartawan mengatakan, plakat itu juga ditanam di hati rakyat Thailand. Ia berjanji, pengunjuk rasa akan membuat replika plakat dan memasangnya di seluruh kota.

"Perjuangan kami dalam dua hari terakhir ini bersejarah. Plakat itu hanyalah awal dari perjuangan untuk monarki agar direformasi," tuturnya, Senin (21/9), seperti dikutip oleh AFP.

Ganyang Feodalisme

"Rakyat telah menyatakan niatnya bahwa negara ini adalah milik rakyat dan bukan raja," tertulis dalam plakat tersebut.

Pada pemasangannya selama protes Sabtu (19/9), kerumunan bersorak saat Parit meneriakkan, "Hentikan feodalisme, hidup masyarakat".

Pencabutan plakat yang dilakukan segera mencerminkan para pendukung kerajaan tidak hanya marah oleh tuntutan untuk reformasi monarki. Tetapi juga menunjukkan kelompok tersebut tidak tahan dengan simbol apa pun, yang bahkan mencerminkan oposisi terhadap istana, menurut Paul Chambers dari Universitas Naresuan.

Medali baru mengacu pada medali kuningan asli yang tertanam selama beberapa dekade di halaman Royal Plaza Bangkok. Itu memperingati akhir absolutisme kerajaan pada 1932, setelah revolusi yang mengubah kerajaan menjadi monarki konstitusional.

Tetapi medali secara misterius menghilang pada 2017, ketika Raja Maha Vajiralongkorn mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya. Medali tersebut digantikan dengan yang mengingatkan orang Thailand untuk tetap setia pada bangsa, agama, raja.

Menyakiti Perasaan

Tuduhan telah diajukan terhadap para pengunjuk rasa karena melakukan perubahan pada area arkeologi tanpa izin, menurut Sataporn Tiengdham dari Arkeologi Seni Rupa. Tuduhan tersebut dibantah oleh Parit.

"Kami hanya memasuki taman dan pergi. Kami tidak menyebabkan kerusakan apa pun," tegasnya.

Jika terbukti bersalah, para pengunjuk rasa bisa menghadapi hukuman tiga tahun penjara. Wakil kepala polisi Bangkok Piya Tawichai mengatakan kepada AFP, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

Gerakan terorganisir pemuda yang sebagian besar dilakukan tanpa pemimpin, sebagian terinspirasi oleh protes pro-demokrasi Hong Kong, menyerukan pembubaran pemerintah Prayut yang merupakan penulisan ulang konstitusi bernaskah militer 2017. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN