Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Botol vaksin Covid-19 dengan latar belakang logo perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna pada 18 November 2020. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Botol vaksin Covid-19 dengan latar belakang logo perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna pada 18 November 2020. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Desember, AS Mulai Vaksinasi Covid-19

Selasa, 24 November 2020 | 06:47 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Amerika Serikat (AS) diperkirakan memulai vaksinasi virus corona Covid-19 pada awal Desember tahun ini. Kabar positif tersebut hadir di tengah lonjakan kasus virus corona di Negeri Paman Sam yang disebut terdampak paling parah dibandingkan negara-negara lain di dunia.

Menurut pejabat kesehatan AS pada Minggu (22/11) waktu setempat, awal vaksinasi Covid-19 dapat memberi perubahan penting dalam pertempuran melawan virus corona – yang sejak kemunculannya pertama kali di Tiongkok – telah merenggut lebih dari 1,4 juta jiwa di seluruh dunia, di mana 255.000 korban meninggal di antaranya ada di AS.

“Rencana kami adalah dapat mengirimkan vaksin ke lokasi-lokasi imunisasi dalam waktu 24 jam setelah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA),” ujar Moncef Slaoui, kepala upaya vaksin virus Pemerintah AS, kepada CNN, seraya menambahkan kemungkinan pengiriman pada 11-12 Desember. Demikian dilansir AFP.

Para penasihat vaksin dari FDA sendiri bakal melakukan pertemuan pada 10 Desember untuk membahas persetujuan. Menurut prediksi Slaoui, ada 20 juta orang di seluruh AS yang dapat divaksinasi pada Desember, dan akan ditambah bertahap menjadi 30 juta per bulan setelahnya.

Namun, pakar imunologi AS Anthony Fauci memperingatkan situasi tersebut bisa menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, jika orang-orang gagal mengambil tindakan pencegahan di masa mendatang yakni saat musim liburan.

“Kita berada dalam situasi yang sangat sulit di semua tingkatan,” katanya kepada CBS “Face the Nation.”

Di sisi lain, hasil menggembirakan dari pelaksanaan uji coba vaksin telah meningkatkan harapan berakhirnya pandemi. Covid-19 telah memaksa pemerintah negara di dunia memberlakukan kembali pembatasan dan karantina guna memperlambat penyebaran pada awal tahun ini, namin berdampak pada krisis kehidupan dan ekonomi di seluruh dunia.

Dua kandidat vaksin terkemuka, yakni yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, dan Moderna – yang terbukti 95% efektif dalam uji coba – sama-sama telah mengajukan permohonan izin penggunaan darurat kepada otoritas kesehatan AS.

Logo perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer dan Moderna, yang berhasil menunjukkan tingkat efektivitas uji coba kandidat vaksin Covid-19 di atas 90%. ( Foto: DOMINICK REUTER, JOSEPH PREZIOSO / AFP
Logo perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer dan Moderna, yang berhasil menunjukkan tingkat efektivitas uji coba kandidat vaksin Covid-19 di atas 90%. ( Foto: DOMINICK REUTER, JOSEPH PREZIOSO / AFP

Persetujuan Regulator Eropa

Sedangkan, regulator obat-obatan Eropa atau European Medicines Agency (EMA menyampaikan pada Senin bahwa pihaknya baru dapat menyetujui vaksin virus corona pertama di akhir tahun ini atau awal tahun depan. Mereka beralasan harus melakukan evaluasi terhadap kandidat vaksin yang paling menjanjikan.

Klarifikasi tersebut muncul setelah Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pekan lalu, bahwa pengawas dapat memberikan lampu hijau untuk vaksin yang diuji oleh Pfizer-BioNTech dan oleh Moderna sebelum akhir Desember.

“Sulit untuk memprediksi jadwal otorisasi vaksin secara tepat pada tahap ini, karena datanya masih masuk dan kajiannya sedang berlangsung. Bergantung pada bagaimana perkembangan evaluasi, EMA memang bisa berada dalam posisi untuk menyimpulkan evaluasi untuk kandidat paling maju menjelang akhir tahun ini atau awal tahun depan,” demikian pernyataan EMA melalui surat elektronik kepada AFP.

EMA, yang berbasis di Amsterdam, Belanda, diketahui sedang melakukan kajian bergulir dengan tujuan mempercepat waktu persetujuan vaksin pada tiga kandidat, yaitu Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Oxford University-AstraZeneca.

Raksasa produsen farmasi AS Pfizer dan BioNTech Jerman dilaporkan telah mengirimkan data ke EMA, setelah perusahaan mengatakan uji klinis menunjukkan vaksin eksperimental mencapai tingkat efektifitas 95%. Sementara itu, Moderna yang berbasis di AS menyatakan vaksinnya efektif 94,5%. Sedangkan Oxford yang bermitra dengan AstraZeneca mengatakan uji klinis vaksin menunjukkan efektivitas 70%, dan bisa meningkat menjadi 90% tergantung pada jenis dosisnya.

Beberapa negara di Eropa telah meluncurkan strategi untuk meluncurkan vaksin virus corona ke sebagian besar populasinya segera setelah disetujui oleh EMA.

Di Amerika Serikat walau kasus infeksi mencapai 12 juta orang, masih banyak penduduk Amerika yang melalukan perjalanan ke bandara untuk merayakan libur Hari Thanksgiving yang jatuh pada pekan ini. Pihak berwenang kesehatan sendiri telah memperingatkan warga AS untuk tetap di rumah.

Beberapa negara bagian AS pun memberlakukan aturan pembatasan baru, termasuk Negara Bagian California yang menerapkan jam malam mula 22.00 hingga 05.00 dan telah berlaku sejak Sabtu (21/11).

Di Negara Bagian New York, pihak berwenang telah menutup sekolah-sekolah lagi. Sedangkan Texas, yang awal bulan ini menjadi negara bagian pertama yang mencatat lebih dari satu juta kasus virus corona, telah meminta Garda Nasional untuk membantu kota El Paso.

Walikota Dee Margo mengumumkan di Twitter, bahwa Garda Nasional akan memberikan bantuan untuk operasi kamar mayat di wilayah tersebut.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN