Menu
Sign in
@ Contact
Search
CEO Alibaba Jack Ma. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)

CEO Alibaba Jack Ma. (Foto: Philippe LOPEZ / AFP)

Di Negara Inilah Jack Ma Tinggal Setelah Tindakan Keras Teknologi Tiongkok

Rabu, 30 Nov 2022 | 16:20 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Pendiri Alibaba Jack Ma telah tinggal di Tokyo, Jepang selama hampir enam bulan setelah menghilang dari pandangan publik. Ini dilakukannya menyusul tindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap sektor teknologi, menurut laporan Financial Times pada Rabu (30/11), mengutip beberapa sumber tanpa menyebutkan nama.

Miliarder itu tidak menonjolkan diri sejak tindakan keras itu. Terutama setelah regulator Tiongkok membatalkan penawaran umum perdana (IPO) saham Ant Group milik Ma dan menerapkan denda rekor pada Alibaba.

Baca juga: Presiden Dewan Eropa ke Tiongkok di Tengah Tindakan Keras Atas Protes Covid-19

Tetapi Financial Times mengatakan Jack Ma telah menghabiskan sebagian besar dari enam bulan terakhir bersama keluarganya di Tokyo dan bagian lain Jepang, bersama dengan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Advertisement

Surat kabar Inggris mengatakan Ma sering mengunjungi beberapa klub anggota pribadi di Tokyo. Laporan itu juga menyebutkan Ma menjadi kolektor antusias seni modern Jepang, serta menjajaki perluasan kepentingan bisnisnya ke arah keberlanjutan.

Ma telah terlihat di tempat lain sejak dia secara efektif menghilang dari pandangan publik di Tiongkok, termasuk di pulau Mallorca, Spanyol tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat Tiongkok membidik dugaan praktik anti persaingan oleh beberapa nama besar negara itu, didorong oleh kekhawatiran bahwa perusahaan internet besar mengontrol terlalu banyak data dan berkembang terlalu cepat.

Baca juga: Pandemi Makin Tak Terkendali, Tiongkok Tunda Tes CPNS

Pada Juli 2022, sebuah laporan mengatakan Ma berencana untuk menyerahkan kendali Ant Group untuk menenangkan regulator Tiongkok dan menghidupkan kembali IPO unit bisnis pembayaran digital.

Raksasa e-commerce miliknya, Alibaba, melaporkan pertumbuhan pendapatan yang datar pada Agustus untuk pertama kalinya, saat Tiongkok berjuang melawan perlambatan ekonomi dan gelombang kenaikan kasus Covid-19.

Otoritas AS telah menempatkan perusahaan tersebut dalam daftar pantauan yang dapat membuatnya dihapus dari daftar saham di New York jika tidak mematuhi perintah pengungkapan, yang menyebabkan sahamnya merosot.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com