Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Taksi otonom Didi melakukan uji coba di jalan-jalan di Shanghai, Tiongkok. ( Foto: HECTOR RETAMAL / AFP )

Taksi otonom Didi melakukan uji coba di jalan-jalan di Shanghai, Tiongkok. ( Foto: HECTOR RETAMAL / AFP )

Didi Chuxing akan Raup US$ 4 M dari IPO di New York

Sabtu, 26 Juni 2021 | 06:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Raksasa ride-hailing Tiongkok, Didi Chuxing menargetkan perolehan dana US$ 4 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di New York, Amerika Serikat (AS). IPO ini dilaporkan bakal menjadi salah satu yang terbesar dalam 10 tahun terakhir di Negeri Paman Sam.

Didi Chuxing tetap menjalankan IPO ini meskipun ketegangan antara Tiongkok-AS memanas. Dan yang mana sektor teknologi menjadi salah satu masalah utama timbulnya ketidaksepakatan. Demikian dikutip AFP.

Dalam pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) pada Kamis (24/6) malam waktu setempat, perusahaan – dengan nama Xiaoju Kuaizhi – mengungkapkan bakal menjual 288 juta kuitansi penyimpanan Amerika pada harga US$ 13-US$ 14.

Penjualan tertinggi akan membuat kapitalisasi perusahaan mencapai lebih dari US$ 60 miliar. Menurut Bloomberg News, IPO ini akan menjadi yang terbesar keenam di AS dalam dekade terakhir.

Namun, ketika mengajukan daftar awal bulan ini, perusahaan memperingatkan bahwa ketegangan yang terjadi antara AS dan Tiongkok merupakan risiko berkelanjutan untuk bisnisnya, seperti kemungkinan tindakan atas peraturan antimonopoli karena Negeri Tirai Bambu menindak beberapa raksasa teknologi terbesarnya.

Didi Chuxing – yang mengklaim memiliki lebih dari 15 juta pengemudi dan hampir 500 juta pengguna – sering kali menjadi cara termudah dan tercepat untuk mencari transportasi daring (online) di kota-kota Tiongkok yang padat. Layanan ini sekarang tersedia di 16 negara, termasuk Rusia dan Australia.

Didirikan pada 2012 oleh Cheng Wei, mantan eksekutif di raksasa e-commerce Alibaba, aplikasi ini telah mendominasi pasar ride-hailing lokal sejak memenangkan perang yang mahal melawan raksasa AS, Uber pada 2016 dan mengambil alih unit lokalnya.

Para pemegang saham institusional terbesarnya adalah dana investasi Jepang, Softbank, yang memegang 21,5% saham.

Pengajuan sebelumnya menunjukkan perusahaan mengalami kerugian US$1,6 miliar pada 2020 karena terpukul oleh langkah-langkah pandemi Covid-19 yang ketat, dan aturan pembatasan perjalanan untuk mengatasi virus, yang pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019.

Sebagai informasi, perusahaan mencatat laba bersih US$ 800 juta dalam tiga bulan pertama tahun ini. Yang mana wabah saat ini sebagian telah terkendali di Tiongkok – sebagai pasar utamanya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN