Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung uang dolar AS di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Teller menghitung uang dolar AS di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Dolar AS Jatuh terhadap Mata Uang Utama

Kamis, 26 Maret 2020 | 08:15 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

JAKARTA, Investor.id – Kurs mata uang dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Stimulus besar-besaran yang dikeluarkan Pemerintah Trump dan Bank Sentral AS, yang dibiayai dari pencetakan uang, akan berdampak pada penambahan supply dolar AS di pasaran.

Indeks dolar AS turun 0,81% menjadi 101,87. Di sisi lain Sterling melonjak 1,33% menjadi 1,1913 dolar dan Euro menguat 0,91% terhadap greenback menjadi 1,0885 dolar.

"Perkembangan hari ini adalah alasan yang baik untuk mengoreksi mata uang dolar AS yang mengalami bullish dalam beberapa hari," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, di Washington. "Tetapi sentimen masih positif (untuk dolar) karena ketidakpastian tetap tinggi tentang kerusakan ekonomi dari virus," tambahnya.

Investor juga kemungkinan mengurangi eksposur terhadap dolar AS menjelang data klaim pengangguran AS Kamis, yang diperkirakan akan menunjukkan lonjakan orang Amerika yang mengajukan tunjangan karena perusahaan-perusahaan tutup di seluruh negeri dalam upaya mengekang penyebaran virus.

Klaim pengangguran pada Kamis diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar satu juta, dari 281.000 minggu sebelumnya, menurut perkiraan median dari jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Sebelumnya, Bank Sentral AS (The Fed) sudah meluncurkan stimulus besar-besaran. Salah satu langkah yang diambil oleh Fed adalah program pembelian aset dalam jumlah yang dibutuhkan, yakni pembelian Treasury dan mortgage back securities (MBS), dalam jumlah yang tak terbatas.

Langkah ini mewakili babak baru dalam "pencetakan uang" The Fed. "Tindakan Fed merupakan bantuan besar. "Satu-satunya cara pasar akan menemukan peningkatan berkelanjutan adalah ketika ekonomi dibiarkan hidup kembali,” kata Paul Hickey dari Bespoke Investment Group.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN