Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Dow dan S&P Merosot, Sentimen Stimulus Memudar

Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:11 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham di Wall Street ditutup sedikit berubah pada hari Selasa (Rabu pagi WIB) dengan Dow dan S&P 500 merosot karena sentimen stimulus memudar bakal disepakati sebelum pemilihan 3 November 2020.

Faktor negatif lainnya yang menekan indeks adalah meluasnya kasus infeksi virus corona (Covid-19) di AS, serta musim laporan keuangan yang menunjukkan sejumlah emiten membukukan pendapatan yang mengecewakan.

Dow Jones Industrial Average turun 222,19 poin, atau 0,8% menjadi 27.463,19. Sementara itu, S&P 500 kehilangan 10,29 poin, atau 0,30%, menjadi 3.390,68. Namun, Nasdaq Composite berhasil menambahkan 72,41 poin, atau 0,64%, menjadi 11.431,35.

Nasdaq berhasil keluar dari tekanan karena investor mengantisipasi laporan keuangan Apple Inc, Amazon.com, Google-parent Alphabet, dan Facebook Inc dalam minggu ini. Sektor Big Tech menyumbang lebih dari seperlima dari total nilai S&P 500.

Sebelumnya, laporan keuangan Microsoft mencatatkan pendapatan kuartalan yang naik 12% menjadi $ 37,2 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi. Raksasa perangkat lunak itu mendapat lebih banyak keuntungan dari pergeseran global ke bekerja dan belajar dari rumah.

Saham produsen obat Eli Lilly and Co turun 6,9% setelah keuntungan kuartalan terpukul dari kenaikan biaya untuk mengembangkan pengobatan Covid-19. Uji coba terapi antibodi gagal menunjukkan manfaat pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Pada hari Senin, tiga indeks saham utama AS membukukan penurunan terbesar sejak September 2020. Investor khawatir dengan meluasnya kasus Covid-19 di AS dan Eropa, sementara pembahasan stimulus tak juga menemukan kesepakatan. Sektor-sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi terpukul. Indeks bank S&P 500 turun 2,73% dan sektor energi S&P turun 1,38%.

Indeks pengukur ketakutan Wall Street naik ke level tertinggi sejak awal September karena kegelisahan pemilihan.

Kekhawatiran atas peningkatan kasus virus korona AS membebani pasar tetapi sektor teknologi tampaknya paling tidak terekspos, kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey. “Fokus pada perusahaan teknologi besar dapat menggerakkan pasar ini untuk reli meskipun ada masalah yang ditimbulkan oleh virus,” katanya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN