Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pejalan kaki yang mengenakan masker  berfoto di depan patung yang dikenal sebagai Charging Bull  dekat bursa
saham Wall Street, New York, AS. Foto: Angela Weiss / AFP

Ilustrasi: Pejalan kaki yang mengenakan masker berfoto di depan patung yang dikenal sebagai Charging Bull dekat bursa saham Wall Street, New York, AS. Foto: Angela Weiss / AFP

Dow Dibuka Naik 6%. Berharap Stimulus Fiskal US$ 2 Triliun Disetujui

Listyorini, Selasa, 24 Maret 2020 | 21:27 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pasar saham Wall Street pada perdagangan Selasa (24/3/2020), dibuka langsung melonjak hingga 6% ketika tanda-tanda stimulus fiskal dari Pemerintah AS dengan nilai sekitar US$ 2 triliun akan disetujui oleh Parlemen.

Dow Jones Industrial Average naik 1.130,26 poin, atau 6,08%, pada pembukaan menjadi 19.722,19. S&P 500 .SPX dibuka lebih tinggi dengan 107,04 poin, atau 4,78%, pada 2.344,44. Nasdaq Composite .IXIC naik 335,47 poin, atau 4,89%, menjadi 7.196,15 pada bel pembukaan, demikian dikutip Reuters.com.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnchin sebelumnya menegaskan bahwa esepakatan paket stimulus fiskal sebesar US$ 2 triliun sudah sangat dekat. “Masih ada masalah terbuka. Namun, sebelum tengah malam. Saya sangat berharap bahwa ini bisa diselesaikan,” katanya.

Paket stimulus yang diajukan Steven Mnuchin senilai US$ 2 triliun. Dengan rincian US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu.

Sebelumnya, Bank Sentral AS (The Fed) sudah meluncurkan stimulus besar-besaran. Salah satu langkah yang diambil oleh Fed adalah program pembelian aset dalam jumlah yang dibutuhkan, yakni pembelian Treasury dan mortgage back securities (MBS), dalam jumlah yang tak terbatas. Langkah ini mewakili babak baru dalam "pencetakan uang" The Fed.

"Tindakan Fed merupakan bantuan besar. Satu-satunya cara pasar akan menemukan peningkatan berkelanjutan adalah ketika ekonomi dibiarkan hidup kembali,” dkataata Paul Hickey dari Bespoke Investment Group, seperti dikutip CNBC.com

 

Sumber : REUTERS

BAGIKAN