Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di New York Stock Exchange (NYSE). AFP / Johannes EISELE

Suasana di New York Stock Exchange (NYSE). AFP / Johannes EISELE

Dow Ditutup di Bawah Level Psikologis 20.000

Kamis, 19 Maret 2020 | 07:48 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

JAKARTA Investor.id – Kepanikan pasar belum reda terhadap penyebaran virus korona (COVID-19) sehingga menyebabkan Wall Street tumbang. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) ditutup anjlok 1.338,46 poin atau 6,3% menjadi 19.898,92.

Angka psikologis penutupan di bawah 20.000 ini adalah yanng pertama sejak Februari 2017. Indeks 30-saham unnggulan terpangkas lebih dari 2.300 poin, pada posisi terendah. Sementara itu, Indeks S&P 500 jatuh 131,09 poin atau 5,18% menjadi 2.398,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq juga merosot 344,94 poin atau 4,70 persen, menjadi ditutup di 6.989,84 poin.

Saham raksasa energi AS Chevron terperosok sekitar 22 % memimpin penurunan Dow. Diikuti oleh saham Boeing yang merosot 17,9%, menyeret pasar jauh lebih rendah.

Sebelas sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi terpuruk 14,28%, mewakili kelompok berkinerja terburuk. S&P 500 sempat anjlok 7% pada sesi pertama sehingga perdagangnan saham di Wall Street dihentikan 15 menit. Trading halt atau penghentian sementara ini merupakan ali kedua dalam minggu ini dan empat kali jika dihitung sejak minggu sebelumnya.

Meski Gedung Putih merencanakan stimulus besar-besaran untuk melawan dampak virus segera diluncurkan, pasar tetap bergeming. Pemerintah AS berencana mengeluarkan paket stimulus senilai US$ 1,2 triliun untuk memompa likuiditas, termasuk pembayaran langsung kepada warga Amerika, untuk melindungi ekonomi AS dari kejatuhan akibat COVID-19.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga mengatakan perusahaan akan dapat menunda pembayaran pajak hingga US$ 10 juta sementara individu dapat menunda pembayaran hingga US$ 1 juta ke Internal Revenue Service (IRS)

Sementara itu, Bank Sentral AS juga telah memangkas suku bunga acuannya mendekati nol persen dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya US$ 700 miliar untuk meningkatkan likuiditas yang mampet akibat kekhawatiran terhadap wabah COVID-19.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN