Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP )

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP )

Dow Melesat 300, Sambut Yellen Kandidat Menkeu AS

Selasa, 24 November 2020 | 06:10 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama sama di Wall Street pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) menguat dengan Dow memimpin kenaikan 300 poin. Saham mendapat katalis dari uji vaksin AstraZeneca dan optimitis mantan Kepala Fed Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS.

Pasar menyambut gembira hasil uji eksperimental AstraZeneca dan Universitas Oxford yang mengatakan bahwa vaksin Covid-19 produksinya efektif hingga 90%, menjadi inokulasi ketiga bulan ini yang terungkap efektif dalam data percobaan.

Dow Jones Industrial Average ditutup 327,79 poin lebih tinggi, atau 1,1%, pada 29,591.27. S&P 500 naik 0,6% untuk mengakhiri hari di 3.577,59, dan Nasdaq Composite naik 0,2% menjadi 11.880,63.

Dow mencapai sesi tertinggi pada jam terakhir perdagangan di tengah berita bahwa Presiden terpilih Joe Biden berencana untuk mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan. The Wall Street Journal pertama kali melaporkan pilihan tersebut. CNBC kemudian mengkonfirmasi laporan tersebut melalui sumber.

Saham perusahaan pelayaran dan maskapai penerbangan memimpin kenaikan karena harapan distribusi vaksin ini akan membuka kembali ekonomi dan meningkatkan perjalanan. Saham Carnival Corp naik 4,8%, sementara United Airlines naik 2,6%.

Sebaliknya, saham perusahaan teknologi besar terkoreksi. Apple turun hampir 3%, dan Netflix turun 2,4%. Facebook, Amazon, Alphabet, dan Microsoft semuanya mencatat sedikit penurunan.

“Dengan tiga vaksin yang sekarang menunjukkan kemanjuran lebih dari 90%, proses vaksinasi diharapkan akan mulai sebelum akhir tahun,” tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

Menurut dia, optimisme vaksin lebih ini dapat mengimbangi lanskap penularan / mitigasi jangka pendek yang sangat suram akibat lonjakan kasus Covid-19 yang menyebabkan tindakan penguncian di sejumlah wilayah.

Optimisme Yellen

Pasar menilai, Yellen mengawasi ekspansi ekonomi yang solid selama masa jabatannya sebagai ketua Fed dari 2014 hingga 2018 setelah krisis keuangan. Selama waktu itu, suku bunga tetap rendah, dan S&P 500 naik hampir 60%.

“Yellen adalah nama besar, dengan pengalaman signifikan yang disorot oleh waktunya di The Fed," kata Alli McCartney dari UBS Wealth Management. Ia tidak terkejut pasar bereaksi positif karena pilihan ini meyakinkan, terutama dengan tantangan yang terbentang di depan termasuk menghindari resesi ganda dan membuat orang kembali bekerja di tengah meningkatnya kasus virus.

Sentimen juga didorong oleh data ekonomi yang kuat dari IHS Markit. Data itu menunjukkan indeks manajer pembelian dan manufaktur AS mencapai tertinggi beberapa tahun. Indeks layanan flash AS naik menjadi 57,7, level tertinggi dalam lebih dari lima tahun. PMI manufaktur melonjak ke 56,7, level tertinggi dalam lebih dari enam tahun.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan hari Senin bahwa penguncian nasional negara itu akan berakhir pada 2 Desember dengan kondisi tertentu.

Di sisi lain, data Universitas Johns Hopkins menemukan rata-rata tujuh hari infeksi baru AS setiap hari telah melampaui 170.000. Secara total, lebih dari 12 juta kasus telah dikonfirmasi di AS, bersama dengan 256.803 kematian.

Peningkatan kasus Covid ini menyebabkan Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartal keempat bersama dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama tahun 2021.

Pasar keuangan sekarang mengharapkan ekonomi AS tumbuh 3,5% pada kuartal keempat. Angka tersebut turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,5% pertumbuhan tahunan. Pada kuartal pertama tahun depan, Goldman sekarang melihat pertumbuhan ekonomi hanya 1%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,5%.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN