Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Dow Terkoreksi 0,6%, Data Pengangguran Mengecewakan

Kamis, 26 November 2020 | 05:56 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,6% atau 173.77 poin pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mengambil jeda setelah menembus level 30.000, rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Investor kecewa dengan data pengangguran.

Dow ditutup turun ke level 29.872,47. S&P 500 merosot 0,2%, atau 5,76 poin, menjadi 3.629,65 setelah mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa di sesi sebelumnya. Komposit Nasdaq mengungguli, naik 0,5%, atau 57,62 poin, menjadi 12.094,40.

Volume perdagangan lebih kecil dari biasanya menjelang liburan Thanksgiving. SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) memperdagangkan lebih dari 33 juta saham, kurang dari setengah volume rata-rata 30 hari sebesar 79,3 juta.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa 778.000 orang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya minggu lalu. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal di 733.000.

“Klaim akan mencapai titik terendah dalam waktu dekat dan momentum penurunan telah berlangsung selama berbulan-bulan akan berbalik,” tulis Thomas Simons, ekonom pasar uang di Jefferies.

Sektor penjualan memimpin penurunan Dow, jatuh lebih dari 5% setelah Dow Jones melaporkan perusahaan mengadakan pembicaraan untuk membeli Slack Technologies. CNBC kemudian mengkonfirmasi laporan tersebut. Saham Slack melonjak lebih dari 37%. Energi turun 2,4% dan merupakan sektor berkinerja terburuk di S&P 500.

Pada perdagangan hari sebelumnya, Dow menembus di atas 30.000 untuk pertama kalinya pada Selasa dengan kenaikan lebih dari 400 poin. Dow sedang mengejar kenaikan bulanan terbesar sejak 1987, naik lebih dari 12%.

Sementara itu, saham berkapitalisasi kecil juga mencatat rekor tertinggi, dengan Russell 2000 melonjak hampir 2% pada hari Selasa. Untuk bulan tersebut, Russell naik sekitar 20%, yang akan menjadi kinerja bulanan terbaiknya. Namun semalam, Russell 0,5%.

Reli pasar ke rekor tertinggi terjadi di tengah berita vaksin yang positif ditambah dengan kejelasan politik AS yang meningkat. Awal pekan ini, AstraZeneca mengumumkan bahwa kandidat vaksinnya memiliki kemanjuran rata-rata 70%. Sementara itu, tim administrasi Trump menyatakan akanmenyerahkan transisi pemerintahan ke tim Presiden terpilih Joe Biden. Investor juga menyambut mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang berpotensi dinominasikan sebagai Menteri Keuangan.

Di tempat lain, Federal Reserve merilis risalah dari pertemuannya awal bulan ini. Ringkasan itu menunjukkan para pejabat Fed membahas cara-cara untuk menyediakan lebih banyak akomodasi bagi ekonomi karena pemulihan dari pandemi virus korona terus berlanjut. "Fed juga terus melihat risiko terhadap prospek ekonomi yang condong ke sisi bawah, dengan data terbaru menunjukkan peningkatan Covid-19," kata risalah.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN