Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Trump.

Trump.

Ekonom Melihat Kemungkinan AS Masuk Resesi

Jumat, 9 Agustus 2019 | 08:06 WIB

WASHINGTON, investor.id - Kemungkinan Amerika Serikat (AS) memasuki resesi ekonomi dalam 12 bulan ke depan telah meningkat menjadi 35% dalam survei terhadap para ekonom pada Agustus, dibandingkan dengan 31% sebelumnya, Bloomberg News melaporkan Kamis (8/8).

Menurut survei yang dilakukan Bloomberg pada 2-7 Agustus, para ekonom yang disurvei juga menurunkan estimasi mereka untuk ekspansi ekonomi AS tahun ini. Rata-rata, mereka memperkirakan pertumbuhan 2,3% dalam produk domestik bruto (PDB) untuk tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan Juli sebesar 2,5%.

Mereka juga memperkirakan pertumbuhan PDB melambat menjadi 1,8% pada kuartal ketiga, dari 3,1% dalam tiga bulan pertama tahun ini dan 2,1% pada periode April-Juni.

Mengenai pertumbuhan global untuk tahun ini, para ekonom memangkas perkiraan mereka dari 3,3% menjadi 3,2%.

Hasil survei itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pekan lalu bahwa tarif tambahan 10% akan dikenakan terhadap sekitar US$ 300 miliar barang-barang impor dari Tiongkok.

Sementara itu, Indeks Kenyamanan Konsumen Bloomberg turun 1,8 poin menjadi 62,9 pada pekan yang berakhir 4 Agustus, Bloomberg melaporkan mengutip data yang dirilis Kamis (8/8/2019). Angka terbaru, tambahnya, adalah yang terlemah dalam hampir dua bulan.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa para ekonom memperkirakan penurunan suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve akan terjadi pada September, berlawanan dengan proyeksi Desember sebelumnya. Ekonom memperkirakan penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan Fed 17-18 September yang akan membawa kisaran target suku bunga menjadi 1,75% hingga 2,00% sebagai yang paling mungkin.

Baik dalam survei maupun laporan indeks kenyamanan, Bloomberg mengutip ketegangan perdagangan yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi sebagai alasan utama untuk prospek penurunan. (gr)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA