Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS). ( Foto Ilustrasi: glegorly / greensboro.com )

Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS). ( Foto Ilustrasi: glegorly / greensboro.com )

Ekonomi AS Memulih

Jumat, 16 April 2021 | 06:45 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Tanda-tanda awal bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) pulih dari dampak pandemi Covid-19 mengemuka pada Kamis (15/4). Data pemerintah menunjukkan jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran dalam sepekan terakhir telah berkurang. Sedangkan penjualan ritel melonjak pada bulan lalu.

Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran sepanjang pekan lalu mencapai 576.000. Angka ini adalah yang paling sedikit sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, yang kemudian menjatuhkan ekonomi AS.

Ekonomi AS belum pulih betul dari dampak pandemi tersebut. Yang utamanya ditandai terhentinya kegiatan bisnis hingga menimbulkan PHK terhadap puluhan juta pekerja.

Data terpisah yang dirilis Departemen Perdagangan pada Kamis menunjukkan penjualan ritel melonjak 9,8% pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Juga lebih tinggi 27,7% dibandingkan Maret 2020.

Belanja konsumen meningkat, khususnya untuk makan di restoran dan belanja keperluan olahraga, setelah pemerintah mengeluarkan stimulus fiskal besar-besaran. Kalangan analis berpendapat, dua data menggembirakan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemerintah, ditambah sukses program vaksinasi Covid-19, membuahkan hasil.

“Setelah bantuan langsung yang baru diterima, ditambah cuaca mulai menghangat dan vaksinasi terus berjalan, konsumen memanfaatkan momentum ini untuk mendatangani diler-diler mobil, mal, restoran, dan juga toko-toko keperluan rumah,” ujar Gregory Daco, ekonom dari Oxford Economics, seperti dikutip AFP.

Ia menyebut data penjualan ritel sebagai bukti terbaru bahwa kegiatan ekonomi di AS naik tajam pada akhir kuartal pertama tahun ini

Diane Swonk dari Grant Thornton menyebut data terbaru tentang klaim tunjangan pengangguran sangat menggembirakan. Tapi ia juga mengingatkan bahwa kondisi belum kembali ke situasi normal seperti sebelum pandemi.

“Klaim tersebut tetap meningkat dibandingkan resesi-resesi sebelumnya dan masih dua kali lipat lebih dibandingkan level sebelum krisis,” kata dia.

Data terbaru yang dirilis Depnaker AS itu menunjukkan penurunan mingguan terbesar sejak Agustus 2020. Angkanya turun hampir 200.000 dibandingkan pekan sebelumnya, sehingga untuk kedua kalinya turun hingga di bawah level puncak pada masa krisis finansial global 2008.

Tapi ada klaim baru sebanyak 131.975 yang diajukan para pekerja sampingan dan biasanya tidak berhak mendapatkan bantuan tunai langsung. Sehingga total klaim baru mencapai lebih dari 700.000 sepanjang pekan yang berakhir 10 April 2021.

Namun begitu angkanya tetap relatif rendah karena pada pekan-pekan pertama pandemi Covid-19, jumlah orang yang mengajukan klaim-klaim tersebut mencapai jutaan. Jadi, kata Kathleen Bostjancic dari Oxford Economics, kedua data terbaru itu merupakan pertanda positif bahwa ekonomi AS memulih.

“Pembukaan kembali ekonomi dan perekrutan kembali pekerja meningkat tajam. Tapi AS masih kekurangan jutaan lapangan kerja, yang hilang selama pandemi,” ujar dia melalui Twitter.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN