Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell saat menyampaikan keterangan di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) selama sidang tanggap pandemi virus corona Covid-19 Departemen Keuangan dan Federal Reserve di kantor Capitol Hill, di Washington, DC pada  22 September 2020. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell saat menyampaikan keterangan di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) selama sidang tanggap pandemi virus corona Covid-19 Departemen Keuangan dan Federal Reserve di kantor Capitol Hill, di Washington, DC pada 22 September 2020. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Gubernur The Fed Jerome Powell:

Ekonomi AS Pulih Jika Masyarakat Aman Beraktivitas

Rabu, 23 September 2020 | 06:32 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyampaikan bahwa perekonomian Amerika Serikat (AS) hanya akan pulih dari pandemi virus corona Covid-19, apabila masyarakat merasa aman untuk melanjutkan aktivitas mereka dengan normal. Powell juga menjanjikan bantuan berkelanjutan, karena menurutnya sudah ada peningkatan ekonomi substansial, kendati masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Demikian isi sambutan yang akan disampaikan Powell pada Selasa (22/9) waktu setempat di hadapan Komisi Jasa Keuangan Dewan Perwakilan AS.

Sebagai informasi, gubernur bank sentral AS dijadwalkan memberikan keterangan selama tiga hari di depan komite DPR dan Senat mulai Selasa. Powell akan menyampaikan tanggapan untuk menurunkan kasus virus corona, yang telah menyebabkan puluhan juta rakyat Negeri Paman Sam kehilangan pekerjaan, dan susutnya tingkat produk domestik bruto (PDB) tahunan pada Kuartal II karena penutupan aktivitas bisnis demi menghentikan penyebaran virus.

Dalam pernyataan yang telah disiapkan, ia menegaskan kembali komitmen The Fed untuk membantu ekonomi negara melalui pandemi virus corona Covid-19 dan menguraikan apa saja yang sudah dilakukan sejauh ini.

“Pemulihan total kemungkinan akan muncul hanya ketika masyarakat yakin merasa aman untuk terlibat kembali dalam berbagai kegiatan. Jalan ke depan akan tergantung pada pengendalian virus, dan pada tindakan kebijakan yang diambil di semua tingkat pemerintahan. Kami tetap berkomitmen menggunakan instrumen-instrumen kami untuk melakukan apa yang kami bisa, selama diperlukan, guna memastikan bahwa pemulihan akan sekuat mungkin, dan untuk membatasi kerusakan ekonomi berkepanjangan,” ujar Powell dalam pernyataan yang telah disiapkan, sepertidikutip dari AFP dan CNBC.

Seperti disampaikan sebelumnya, The Fed telah memangkas tingkat suku bunga jangka pendek sampai mendekati nol, serta meluncurkan 13 program pinjaman dan likuiditas yang telah membantu meredam tekanan pasar dan memberikan kredit kepada perusahaan-perusahaan. Selain itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan lalu berkomitmen untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga hingga inflasi naik di atas 2%.

Powell menambahkan, pihaknya dapat berbuat lebih banyak jika diperlukan. Namun The Fed hanya dapat meminjamkan, tidak membelanjakan.

Bantuan Lebih Banyak

Ia pun telah berulang kali menyerukan supaya ekonomi mendapat lebih banyak bantuan. Walau kenyataan di lapangan proses negosiasi antara Partai Demokrat dan Republik di Washington yang telah berlangsung berpekan-pekan, hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

Menurut Powell, kebijakan akomodatif akan berlanjut sesuai kebutuhan. Dia juga menuturkan bahwa ekonomi telah membaik.

“Kegiatan ekonomi telah meningkat dari level tertekan pada Kuartal II, ketika sebagian besar kegiatan ekonomi dihentikan untuk membendung penyebaran virus. Banyak indikator ekonomi yang menunjukkan perbaikan nyata. Namun, lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan masih jauh di bawah tingkat sebelum pandemi, dan jalan ke depan juga semakin sangat tidak pasti,” kata dia.

Program bantuan The Fed berpotensi menyediakan lebih dari US$ 2 triliun dalam berbagai tingkat pendanaan, meskipun hal yang sama hanya digunakan sedikit.

Sebelumnya anggota parlemen telah menyetujui Undang-Undang CARES senilai US$ 2,2 triliun pada Maret ketika pandemi melanda. UU tersebut termasuk tunjangan tambahan bagi para pengangguran, program pinjaman dan hibah untuk usaha kecil, tetapi program tersebut telah berakhir dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu pada program Main Street Lending, yang ditujukan kalangan pebisnis kecil dan menengah itu, hanya memiliki komitmen US$ 2 miliar atau lebih, meskipun memiliki potensi sebesar US$ 600 miliar. Sebuah fasilitas di mana The Fed dapat membeli obligasi korporasi di pasar perdana, tapi sama sekali tidak digunakan.

Namun, Powell mengatakan fasilitas secara keseluruhan telah mengeluarkan sekitar setengah dari dana potensial mereka, dan akan siap jika tekanan pasar muncul kembali.

“Perekonomian kita akan pulih sepenuhnya dari periode sulit ini. Kami tetap berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat kami guna mendukung perekonomian selama dibutuhkan,” katanya.

Pada Senin, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyatakan bahwa AS telah menyaksikan pemulihan yang mandiri dan kuat sehingga kemungkinan tidak memerlukan stimulus lebih banyak.

“Saya tidak berpikir pemulihan bergantung pada paket bantuan itu,” pungkas Kudlow. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN