Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan

Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan "Untuk pekerjaan dan masa depan industri dirgantara yang strategis" saat berjalan beriringan di Getafe, dekat Madrid, Spanyol pada 23 Juli 2020. Aksi mogok karyawan Airbus ini terkait pemutusan hubungan kerja karena pandemi virus corona. ( Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP )

Ekonomi Eropa Merosot di Tengah Kebangkitan Virus Corona

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 07:33 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Negara-negara di seluruh Eropa mencatatkan kemerosotan ekonomi yang tajam sepanjang kuartal II-2020. Laporan-laporan yang diumumkan pada Jumat (31/7) itu terjadi pada saat kasus-kasus baru virus corona Covid-19 bermunculan, yang memaksa para pemerintah harus memilih antara mengutamakan keselamatan jiwa rakyat atau kesehatan keuangan.

Enam bulan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengumumkan keadaan darurat global, virus corona baru telah menginfeksi lebih dari 17 juta orang dan menimbulkan kekacauan ekonomi global.

Menurut laporan, laju ekonomi Prancis Kuartal II-2020 mengalami kontraksi 13,8%; sementara Spanyol mengalami resesi setelah tingkat produk domestik bruto (PDB) merosot 18,5%. Pertumbuhan ekonomi Portugal dilaporkan ikut turun 14,1%, dan tingkat PDB Italia anjlok 12,4%.

Dengan demikian, secara keseluruhan ekonomi Eropa terpukul oleh kontraksi paling tajam yang tercatat di Kuartal II, karena tingkat PDB turun 12,1% di zona euro dan 11,9% di seluruh blok Uni Eropa.

“Ini adalah penurunan yang mengejutkan, tetapi sepenuhnya dapat dipahami karena kegiatan ekonomi ditutup untuk periode yang cukup panjang selama kuartal ini,” ujar Bert Colijn, ekonom senior dari ING Bank, seperti dilansir dari AFP.

Sedangkan konglomerat maskapai IAG, pemilik dari British Airways, membukukan catatan rugi bersih semester pertama sebesar 3,8 miliar euro (US$ 4,5 miliar) pada Jumat. Catatan bank Inggris, NatWest dilaporkan merosot ke zona merah, sementara maskapai penerbangan Belanda, KLM dan produsen truk Scania mengatakan bahwa masing-masing harus memangkas 5.000 pekerjaan .

Kontraksi Bersejarah

Di Amerika Serikat (AS) – sebagai negara yang paling terpukul di dunia dan memiliki kekuatan ekonomi terbesar – telah mencatatkan kerugian Kuartal II-2020 sebesar 9,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Angka terbaru ini menjadi catatan terburuknya. Jika lintasan itu terjadi sepanjang tahun maka tingkat ekonomi AS bakal runtuh hampir sepertiga atau 32,9%. Demikian menurut data.

Kontraksi bersejarah juga tercatat di Jerman yakni sebanyak 10,1%; Belgia 12,2%, Austria 10,7%; dan Meksiko 17%.

Kasus-kasus harian global kini mendekati tanda 300.000. Bahkan kurvanya tidak menunjukkan tanda-tanda mendatar. Hanya buth waktu 100 jam untuk mencatatkan satu juta kasus baru terkonfirmasi.

Di sisi lain, Vietnam mencatatkan angka kematian virus corona pertamanya pada Jumat. Pasalnya, pandemi virus telah melambung di negara yang sebelumnya menuai pujian karena berhasil menghentikan penularannya.

Di Hong Kong, pemerinta mengatakan akan menunda pemilihan daerah yang direncanakan pada September, karena lonjakan kasus virus corona.

Di Jepang, gubernur Tokyo meminta restoran, bar dan tempat karaoke ditutup lebih awal karena ibu kota dari Negeri Matahari Terbit itu telah melaporkan penambahan jumlah infeksi baru.

Swedia – yang mana pemerintahannya melakukan pendekatan lebih lunak dan kontroversial untuk mengekang penularan virus corona – mengatakan akan mendorong orang-orang untuk tetap bekerja dari rumah sampai tahun depan, di mana mungkin pada saat itu negara telah melewati 80.000 kasus yang tercatat.

Papan iklan tentang seruan untuk memakai masker di toko-toko,diletakkan di pusat kota Leeds, Inggris pada 23 Juli 2020, menyusul pelonggaran pembatasan terkait pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: Oli SCARFF / AFP )
Papan iklan tentang seruan untuk memakai masker di toko-toko,diletakkan di pusat kota Leeds, Inggris pada 23 Juli 2020, menyusul pelonggaran pembatasan terkait pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: Oli SCARFF / AFP )

Aturan Karantina Baru

Pemerintah Inggris pada Jumat telah memberlakukan aturan karantina atau lockdown baru di Manchester, dan bagian-bagian yang berdekatan dengan Inggris utara. Namun, pengumuman ini dianggap tidak tepat waktu karena disampaikan menjelang perayaan keagamaan umat Muslim, yakni Idul Adha.

Di bawah tindakan tersebut, orang-orang dari rumah tangga berbeda di daerah terdampak bakal dilarang melakukan pertemuan di ruangan tertutup. Aturan ini berlaku bagi sekitar empat juta orang di Greater Manchester, dan bagian-bagian dari Lancashire dan Yorkshire – yakni daerah-daerah yang memiliki populasi Muslim cukup besar.

“Dengan berat hati, kami mengambil tindakan ini. Tetapi kami melihat peningkatan kasus Covid di seluruh Eropa, dan bertekad melakukan apa pun yang diperlukan untuk menjaga orang-orang tetap aman,” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock di Twitter.

Di Arab Saudi, pelaksaaan ibadah Naik Haji hanya boleh diikuti 10.000 umat Islam terpilih, bukan 2,5 juta orang dalam pelaksanaan ibadah tahun lalu.

Para jamaah calon haji dibawa masuk ke Masjidil Haram di Mekkah, dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka harus berjalan di sepanjang jalan yang lantainya telah ditandai. Pemandangan kali ini sangat kontras dengan lautan manusia yang melakukan tawaf mengelilingi Kabah pada tahun-tahun sebelummya.

Langkah WHO

Selain itu, komite darurat badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan bertemu untuk keempat kalinya pada Jumat untuk mengkaji pandemi yang menyebar, dan statusnya sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (public health emergency of international concern/PHEIC) - tingkat bahaya tertinggi WHO.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus membela tanggapan badan tersebut dengan mengatakan pihaknya telah menyatakan darurat kesehatan masyarakat tingkat atas pada 30 Januari, ketika ada kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian di luar Tiongkok – tempat virus pertama kali muncul.

“Lonjakan kasus di beberapa negara sebagian didorong oleh orang-orang muda yang tidak waspada selama musim panas di belahan bumi utara,” kata Tedros.

Di tengah perlombaan untuk menemukan solusi medis, Jepang telah menandatangani kesepakatan untuk mengamankan 120 juta dosis vaksin virus corona potensial. Demikian disampaikan kelompok perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, yang sedang mengembangkan obat dengan raksasa farmasi AS, Pfizer.

Meskipun rincian kesepakatan itu tidak diungkap, namun BioNTech mengatakan persyaratan didasarkan pada waktu pengiriman dan volume dosis. Sedangkan, kesepakatan yang diumumkan baru-baru ini antara laboratorium itu dan Amerika Serikat menetapkan harga 100 juta dosis vaksin potensial hampir US$ 2 miliar. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN