Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.  Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP

Ekonomi Inggris Pulih ke Level Sebelum Pandemi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:31 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Ekonomi Inggris telah melampaui level sebelum pandemi setelah mencatat pertumbuhan yang kuat pada November 2021, menurut data resmi yang dirilis Jumat (14/1).

“Produk domestik bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 0,9% pada November 2021 dan berada di atas level sebelum pandemi virus, untuk pertama kalinya,” kata Kantor Statistik Nasional (ONS) dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Ekonomi Inggris berada di angka 0,7% di atas level pada Februari 2020, tambah lembaga tersebut. “Sungguh menakjubkan melihat ukuran ekonomi kembali ke tingkat sebelum pandemi pada November 2021, sebuah bukti ketabahan dan tekad rakyat Inggris,” kata Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak pada pernyataan Jumat, dilansir dari AFP.

Sunak, yang dilihat sebagai calon pengganti Perdana Menteri Boris Johnson, mendesak warga Inggris untuk mendapatkan vaksin tambahan (booster) untuk membantu menjaga pemulihan ekonomi.

“Kita semua memiliki peran penting untuk melindungi kehidupan dan pekerjaan. Dan saya mendesak semua orang untuk melakukannya dengan mendapatkan booster sesegera mungkin,” jelasnya.

Ekonomi Inggris tumbuh kuat pada November 2021 dibandingkan dengan output yang hanya mencapai 0,2% pada Oktober 2021. Namun, kenaikan ini dicapai sebelum varian Omicron membebani ekonomi.

“PDB hampir pasti turun pada Desember 2021, karena rumah tangga diam di rumah dalam menanggapi varian Omicron,” kata Samuel Tombs, kepala ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics. Konsorsium Ritel Inggris pekan lalu memperingatkan bahwa pembatasan yang diberlakukan setelah penyebaran Omicron telah memusnahkan banyak pemulihan baru-baru ini, yang baru dinikmati oleh perusahaan ritel offline Inggris.

Namun, bisnis pusat perbelanjaan Inggris berhasil menghindari dampak besar, karena Omicron meningkatkan permintaan untuk perayaan di rumah.

Pasar swalayan Tesco, peritel terbesar Inggris, pada Kamis (13/1) mengangkat perkiraan laba tahunan setelah membukukan kenaikan penjualan 3,2% selama periode perayaan di akhir tahun lalu. Sementara itu Johnson mengalami masalah dan berjuang mempertahankan masa depan politiknya pada Jumat. Kemarahan public meningkat setelah Johnson terlambat menyampaikan permintaan maaf, setelah menghadiri pesta selama penguncian pandemi.

Laporan lainnya yang baru muncul mengatakan Johnson juga menghadiri beberapa pertemuan di kantornya. Berita-berita ini muncul saat prospek ekonomi Inggris dibayangi oleh ketidakhadiran karena orang-orang terkena penyakit, gangguan rantai pasokan, dan terjadi krisis biaya hidup untuk rumah tangga. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN