Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura yang terlihat dari atap National Gallery, pada 13 Januari 2020. ( Foto: Roslan RAHMAN / AFP )

Pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura yang terlihat dari atap National Gallery, pada 13 Januari 2020. ( Foto: Roslan RAHMAN / AFP )

Ekonomi Negara Asia Lebih Siap Dibandingkan Barat

Happy Amanda Amalia, Kamis, 26 Maret 2020 | 06:22 WIB

SINGAPURA, investor.id – Para analis mengatakan bahwa kalangan investor yang sedang mencari tempat-tempat aman untuk menyimpan uangnya tampaknya harus melirik Asia, di tengah pandemi Covid-19.

Para analis beranggapan, kawasan itu jauh lebih siap secara ekonomi untuk keluar dari krisis kesehatan saat ini dibandingkan Barat.

Perusahaan layanan finansial sekaligus bank investasi multinasional Amerika, Morgan Stanley menuturkan jika saat ini Covid-19 sepertinya lebih menguasai Asia, sementara di Barat, virus itu masih berjalan.

Meski demikian, negara-negara di Amerika Serikat (AS) dan Eropa berlomba-lomba menahan pandemic dengan menetapkan penutupan (lockdown) di seluruh negara bagian dan kota-kota. Ada pun negara-negara di Eropa yang paling terpukul, seperti Italia dan Spanyol, telah mencatatkan lonjakan kasus hingga puluhan ribu.

Sedangkan kasus yang terinfeksi di AS telah melonjak sepuluh kali lipat dalam sepekan hingga melewati angka 50.000.

“Masuk akal untuk menggeser portofolio Anda ke Tiongkok atau Asia secara umum, karena virus ini bergerak dari wilayah itu menuju Barat, yang belum dikuasai,” ujar Andrew Harmstone, manajer portofolio senior di Morgan Stanley, seperti dilansir dari CNBC pada Rabu (25/3)

Namun Harmstone menunjukkan bahwa Barat masih menjadi pelanggan terbesar Tiongkok sehingga pemulihan global akan sangat dibutuhkan oleh Negeri Tirai Bambu untuk kembali sepenuhnya.

Dia juga mengatakan dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi ini telah menghantam bisnis di AS, dan banyak bisnis kecil – yang mempekerjakan sekitar 60% dari tenaga kerja negara – di mana hanya memiliki arus kas satu bulan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa para analis memiliki pemikiran bahwa negara-negara di Asia cenderung kin lebih siap daripada rekan-rekan mereka di Barat:

Tempat yang Lebih Baik

Wabah parah bukan hal baru bagi negara-negara di Asia. Selain itu, wabah Covid-19 kerap disebutsebut punya kesamaan dengan epidemic Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang melanda daratan Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura dengan sangat keras pada 2003, hingga menjerumuskan ekonomi masing-masing negara ke dalam resesi.

Hal tersebut yang membuat pemerintah memposisikan diri mereka dengan kuat untuk bencana berikutnya.

“Negara-negara besar Asia telah belajar dari krisis masa lalu dan membangun neraca keuangan yang kuat, yang dimaksudkan untuk meredam perekonomian mereka dalam menghadapi guncangan eksternal. Itu membuat mereka jauh lebih baik untuk merespons wabah ini,” kata Lin Jing Leong, manajer investasi untuk pendapatan tetap Asia di Aberdeen Standard Investments, dalam catatan Selasa (24/3).

Pemerintah-pemerintah di wilayah itu juga telah belajar cepat dari langkah tanggap Tiongkok terhadap wabah tersebut. (sumber lain)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN