Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengendara sepeda sedang bersepeda di sepanjang Marina Bay yang menghadap ke kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 14 Juli 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Pengendara sepeda sedang bersepeda di sepanjang Marina Bay yang menghadap ke kawasan bisnis keuangan di Singapura, pada 14 Juli 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Ekonomi Singapura Bangkit di 2021

Selasa, 24 November 2020 | 07:26 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Ekonomi Singapura akan bangkit pada 2021, setelah kontraksi pada triwulan tiga 2020 lebih baik dari estimasi awal. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura melaporkan pada Senin (23/11), kontraksi ekonomi pada Juli-September 2020 secara tahunan mencapai 5,8%.

Sementara estimasi awal menyebutkan kontraksi tahunan 7%. Kinerja ekonomi kuartal III itu juga jauh lebih baik dibandingkan kontraksi 13,3% pada kuartal II.

Secara kuartalan, ekonomi Singapura tumbuh 9,2% pada kuartal III. Hal itu sudah menunjukkan kebangkitan tajam, dibandingkan kontraksi 13,2% pada triwulan dua 2020.

“Membaiknya kinerja ekonomi Singapura terjadi karena dibukanya kembali kegiatan ekonomi secara bertahap pada kuartal II, menyusul langkah Circuit Breaker yang diambil dari 7 April hingga 1 Juni 2020, juga bangkitnya kegiatan ekonomi di negara-negara maju, setelah diakhirnya kebijakan-kebijakan karantina,” kata Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Kebijakan Circuit Breaker yang dijalankan oleh Singapura mengacu pada langkah-langkah karantina sebagian untuk menanggulangi penyebaran virus corona Covid-19. Pembatasan-pembatasan kegiatan secara bertahap dicabut sejak awal Juni 2020.

Sehingga kemudian sebagian besar kegiatan ekonomi bergulir lagi. Kecuali protokol kesehatan yang tetap wajib ditaati oleh seluruh warga.

Ekonomi Singapura sekarang diperkirakan kontraksi 6%-6,5% pada 2020 dibandingkan tahun lalu. Estimasi sebelumnya menyebutkan kontraksi 5%-7%, yang akan menjadi resesi ekonomi terburuk bagi negara kota tersebut.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura sekarang memperkirakan ekonomi tumbuh 4%-6% pada tahun depan.

“Pemulihan ekonomi Singapura tahun depan bakalan bertahap dan akan bergantung pada seberapa kuat kinerja ekonomi global dan apakah Singapura akan tetap mampu mengendalikan Covid-19,” kata kementerian tersebut.

Bank terbesar Singapura DBS memperkirakan ekonomi Singapura bangkit karena penyebaran lokal Covid-19 sudah dapat dikendalikan.

“Penderitaan dan kekecewaan yang mendominasi situasi global sepanjang tahun ini secara bertahap mulai berlalu dan berganti menjadi harapan serta optimisme terhadap pemulihan memasuki 2021,” kata para analis DBS, seperti dikutip CNBC, Senin (23/11).

DBS memperkirakan ekonomi Singapura kontraksi 6% tahun ini, tapi akan bangkit menjadi ekspansi 5,5% pada 2021.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN