Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur IMF untuk Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah Jihad Azour. ( Foto: AFP / CACACE GIUSEPPE )

Direktur IMF untuk Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah Jihad Azour. ( Foto: AFP / CACACE GIUSEPPE )

Ekonomi Timur Tengah Diprediksi Bangkit 2022

Senin, 12 April 2021 | 06:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

DUBAI, investor.id – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 awal yang dilakukan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) akan mendorong kebangkitan ekonomi ke tingkat pra-pandemi pada tahun depan. Demikian pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Minggu (11/4), setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan MENA.

Wilayah MENA, yang mencakup negara-negara Arab dan Iran, mengalami kontraksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil 3,4% pada 2020 karena harga minyak yang lebih rendah dan karantina (lockdown) guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Kampanye percepatan vaksinasi yang sedang berlangsung, khususnya di negara-negara Teluk, mendorong IMF pada awal pekan ini memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB naik menjadi 4,0% tahun ini atau naik 0,9 dari proyeksi terakhir.

“Pemulihan ini bergerak di jalur yang berbeda dengan peluncuran vaksin. Tanggapan kebijakan memainkan peran penting dalam kualitas dan kedalaman pemulihan. Pemulihan multi-kecepatan ini berada pada tingkat yang berbeda, antara mereka yang mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan yang akan dengan cepat mencapai tingkat cakupan penuh dari populasi mereka atau 75% atau lebih, dan mereka yang lambat dalam vaksinasi, serta mereka yang akan terlambat,” ujar Jihad Azour, direktur Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah IMF, dalam sebuah wawancara dengan AFP.

Dalam laporan Pembaruan Prospek Ekonomi Regional terbaru yang dirilis Minggu, IMF memperkirakan PDB negara yang melaksanakna vaksinasi awal akan mencapai level 2019 pada 2022.

Sebaliknya, negara yang terlambat dan lambat menjalankan vaksinasi akan mengalami pemulihan antara 2022-2023, demikian menurut laporan.

Sebagai informasi, banyak negara di kawasan ini – terutama di kawasan Teluk yang kaya – telah meluncurkan kampanye vaksinasi besar-besaran dan melakukan beberapa pengiriman per kapita tercepat di dunia. Sebaliknya, akses ke pasokan vaksin yang memadai tetap menjadi tantangan bagi banyak orang karena kekurangan di seluruh dunia, konflik internal atau masalah politik, dan keuangan yang lemah.

Setelah kontraksi 4,8% pada 2020, sekarang negara-negara Teluk yang kaya cadangan minyak diprediksi meraih pertumbuhan 2,7% pada tahun ini atau naik 0,2% dari Oktober.

Sedangkan Lebanon, yang dilanda krisis ekonomi, sosial, dan politik, adalah satu-satunya negara di kawasan di mana aktivitas diperkirakan menyusut lebih lanjut setelah PDB-nya merosot 25%pada 2020. Negara itu, sudah selama berbulan-bulan berjuang untuk membentuk pemerintahan baru, dan mengadakan pembicaraan dengan IMF mengenai bantuan keuangan tahun lalu.

Tetapi pembicaraan menemui jalan buntuk karena kurangnya konsensus politik tentang reformasi yang diperlukan.

“Dengan tidak adanya pemerintahan, sangat sulit bagi kami untuk memberikan selain bantuan teknis dan dukungan kebijakan,” tutur Azour.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN