Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid019 ke lengan seorang wanita, di sebuah rumah sakit di Huaian, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 21 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid019 ke lengan seorang wanita, di sebuah rumah sakit di Huaian, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 21 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Ekonomi Tiongkok Terus Menguat

Sabtu, 8 Mei 2021 | 06:49 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Ekspor Tiongkok tumbuh pesat bulan lalu. Data yang dirilis Jumat (7/5) juga menunjukkan impor melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Seiring ekonomi global bangkit kembali dari krisis pandemi Covid-19 dan konsumsi domestik di Tiongkok pulih.

Bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di hampir seluruh dunia, terutama di pasar utama Amerika Serikat (AS), dan dampak karantina yang membuat perekonomian sempat terpuruk telah mereda, permintaan barang-barang Tiongkok telah meningkat tahun ini, setelah merosot drastis pada 2020.

Pengiriman ke luar negeri melonjak 32,3% sejak awal tahun hingga April, melampaui 24,1% yang diproyeksikan dalam survei Bloomberg, berkat peningkatan tajam dalam permintaan elektronik dan masker medis.

Angka-angka yang mengesankan itu disebabkan oleh basis perbandingan yang sangat rendah tahun lalu karena pandemi. Tetapi masih menunjukkan bahwa pemulihan global sedang berlangsung. Pemulihan ekonomi global dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), dengan perekonomiannya disokong oleh pengeluaran pemerintah yang besar dan sumbangan bank sentral.

"Stimulus di negara maju, terutama di AS, menopang permintaan mereka untuk manufaktur produk Tiongkok," kata kepala ekonom Nomura Tiongkok, Lu Ting kepada AFP.

Dia menambahkan, wabah Covid-19 yang memburuk di pasar negara berkembang termasuk India juga mendukung ekspor Tiongkok. Sebagian karena negara tersebut kemudian mengandalkan Tiongkok untuk memasok alat pelindung.

Di dalam negeri, dengan sebagian besar kasus virus corona terkendali. Banyak konsumen Tiongkok yang kembali melakukan aktivitas sehari-hari setelah kesusahan tahun lalu. Kondisi ini mengirimkan impor naik 43,1%, sedikit di bawah perkiraan tetapi menjadi kenaikan terbaik sejak awal 2011.

Lonjakan juga dipicu oleh lonjakan harga komoditas, elektronik, dan sirkuit terintegrasi yang sebagian besar akan diputar sebelum dikirim ke luar negeri. Bijih besi mencapai rekor dan tembaga mendekati rekor.

Angka-angka yang kuat akan memberikan semangat kepada para pemimpin Tiongkok, yang ingin mengkalibrasi ulang ekonominya dari investasi negara dan ekspor ke pertumbuhan yang lebih bergantung pada permintaan konsumen domestik.

Tetapi Lu mengingatkan lonjakan harga komoditas impor, dengan mengatakan hal itu akan memicu inflasi yang lebih tinggi dan menekan permintaan domestik.

Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia Pasifik di IHS Markit menambahkan faktor-faktor seperti meningkatnya biaya pengiriman barang kargo, di atas kekurangan semikonduktor global, telah menambah biaya impor Tiongkok.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN