Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo kantor statistik Masyarakat Eropa  atau Statistical Office of the European Communities (Eurostat). ( Foto: ec.europa.e )

Logo kantor statistik Masyarakat Eropa atau Statistical Office of the European Communities (Eurostat). ( Foto: ec.europa.e )

Ekonomi Zona Euro Mulai Bangkit

Sabtu, 31 Juli 2021 | 06:31 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id - Ekonomi zona euro rebound dengan kuat sebesar 2% pada kuartal kedua tahun ini. Ekspansi itu didorong oleh dilonggarkannya pembatasan-pembatasan terkait pandemi Covid-19, sehingga kegiatan ekonomi bergulir lagi dan perlahan tapi pasti meningkat.

Ekspansi di Eropa lebih kuat dibandingkan Amerika Serikat (AS), yang ekonominya tumbuh sebesar 1,6% pada triwulan kedua dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara Tiongkok mencatat ekspansi 1,3% pada periode yang sama.

Beberapa tingkat pertumbuhan terbesar dialami oleh Italia dan Spanyol. Kedua negara ini paling parah terkena gelombang pertama krisis Covid-19. Tapi Portugal yang membukukan peningkatan tertinggi sebesar 4,9%.

"Ekonomi zona euro terus berjalan seperti mesin diesel. Butuh beberapa saat untuk memulai, tetapi jangan meremehkannya begitu meningkat," kata ekonom senior ING bank Bert Colijn, Jumat (30/7), yang dikutip AFP.

Namun pertumbuhan di Jerman, ekonomi terbesar Uni Eropa (UE), mengecewakan karena hanya mencapai angka 1,5%. Sementara Prancis menunjukkan peningkatan dengan pertumbuhan yang solid setelah periode stagnasi sepanjang musim dingin lalu.

"(Sebagai kekuatan terbesar dalam pembuatan mobil) Jerman menderita jauh lebih parah akibat kekurangan semikonduktor internasional, karena Jerman menjadi jauh lebih bergantung pada impor dari Asia Tenggara dan Tiongkok," ujar Selin Ozyurt, ekonom Euler Hermes.

Kelompok 19 negara yang menggunakan mata uang euro masih berusaha memulihkan ekonomi selama pandemi Covid-19. Kawasan ini menjadi kelompok ekonomi maju yang paling menderita karena pandemi Covid-19.

"Jerman harus menjadi patokan pada paruh kedua tahun ini, tetapi kami tidak mengharapkan ekonomi negara-negara selatan untuk melakukannya hingga 2022," tukas Andrew Kenningham, kepala ekonom Capital Economics.

Semua mata sekarang tertuju pada apakah momentum itu dapat bertahan. Meluasnya varian delta membuat negara-negara mempertimbangkan pesanan baru. Sehingga membatasi aktivitas yang dapat mengerem dinamika pertumbuhan ekonomi.

Eurostat sebagai badan statistik resmi Uni Eropa (UE) juga menyatakan bahwa inflasi naik menjadi 2,2%, di atas target bank sentral. Target Bank Sentral Eropa (ECB) selama ini adalah mendekati, tetapi di bawah, 2%.

Kenaikan harga-harga di tingkat konsumen disebabkan oleh biaya energi dan rantai pasokan yang tersumbat. Hal ini sudah lumayan lama isu dan sudah menimbulkan kekhawatiran.

Suara-suara berpengaruh dari Jerman menyerukan ECB untuk mendinginkan ekonomi dengan mengurangi (tapering) tingkat stimulus. Tetapi bank sentral zona euro tersebut telah menjelaskan bahwa keran uang murah akan terus mengalir.

“Harus tetap (demikian) selama pandemi terus membayangi,” kata Presiden ECB Christine Lagarde pekan lalu.

Dalam rilis data besar sebelum liburan musim panas, Eurostat juga menyebutkan bahwa tingkat pengangguran pada Juni turun menjadi 7,7% di 19 negara zona euro atau 0,3 poin persentase lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Tingkat pengangguran untuk UE secara keseluruhan mengikuti tren yang sama, menurun sebesar 0,2 poin persentase selama sebulan menjadi 7,1%.

Menurut Eurostat, sekitar 14,9 juta pria dan wanita menganggur di UE pada Juni, termasuk 12,5 juta orang di zona euro.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN