Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto Ilustrasi: Bitcoin

Foto Ilustrasi: Bitcoin

El Salvador Didesak Setop Bitcoin sebagai Alat Tukar

Kamis, 27 Januari 2022 | 07:36 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah El Salvador didesak untuk berhenti menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, dengan alasan risiko besar yang ditimbulkan oleh mata uang kripto.

Negara kecil Amerika Tengah tersebut menjadi negara pertama di dunia yang menerima pembayaran dengan uang digital pada September 2021. Ini memungkinkan konsumen untuk menggunakannya dalam semua transaksi, di samping mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Desakan ini disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) ketika nilai mata uang kripto turun di tengah volatilitas yang lebih luas di Wall Street dalam beberapa hari terakhir. Koreksi ini menghapus banyak keuntungan selama kenaikan valuasi kripto, yang mencapai rekor tahun lalu.

Staf IMF sebelumnya telah meminta Presiden El Salvador Nayib Bukele untuk mempertimbangkan kembali menempatkan bitcoin di pusat keuangan negara. Namun pernyataan yang disampaikan kali ini menggunakan bahasa yang lebih kuat. Desakan ini disampaikan oleh Dewan IMF, yang terdiri dari perwakilan negara anggota termasuk AS.

“(Direksi dewan) mendesak pihak berwenang untuk mempersempit ruang lingkup undang-undang bitcoin dengan menghapus status tender legal bitcoin,” kata pernyataan resmi IMF, Rabu.

Pemberi pinjaman moneter yang berbasis di Washington itu menekankan bahwa ada risiko besar terkait dengan penggunaan bitcoin pada stabilitas keuangan, integritas keuangan, dan perlindungan konsumen. Begitu juga dengan menerbitkan obligasi yang didukung bitcoin.

Adapun bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 37.000 pada Rabu, setelah kehilangan sekitar setengah valuasinya dibandingkan dengan rekor US$ 67.734 pada November 2021.

Kota Bitcoin

Nilai bitcoin melonjak pada 2021 karena Wall Street menunjukkan minat yang meningkat untuk mata uang kripto. Sementara unggahan kontroversial pemimpin Tesla Elon Musk tentang aset digital di media sosial Twitter telah melambungkan nilai kripto.

Tren itu dimanfaatkan oleh Bukele. Presiden itu terpilih pada 2019 dengan janji untuk memerangi kejahatan terorganisir dan meningkatkan keamanan di negaranya yang dilanda banyak aksi kekerasan.

Langkahnya pada September 2021 untuk melegalkan bitcoin di El Salvador menarik perhatian dunia dengan cepat. Kebijakan ini memicu protes di jalan-jalan ibu kota San Salvador menyangkut reformasi peradilan pemerintahannya, yang menurut para kritikus mengancam demokrasi.

Ribuan orang turun ke jalan untuk menolak bitcoin. Demonstran juga sempat membakar salah satu mesin ATM bitcoin yang telah dipasang secara nasional.

Situasi ini tidak menghentikan Bukele. Pada November 2021 ia mengumumkan rencana untuk membangun “Kota Bitcoin” pertama di dunia, ditenagai oleh gunung berapi dan dibiayai oleh penerbitan obligasi dalam mata uang kripto senilai US$ 1 miliar. Pemerintahannya juga memanfaatkan penurunan harga untuk membeli aset digital bagi negara. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN