Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden El Salvador Nayid Bukele. ( Foto: YURI CORTEZ / AFP via Getty Images file )

Presiden El Salvador Nayid Bukele. ( Foto: YURI CORTEZ / AFP via Getty Images file )

Pertama di Dunia

El Salvador Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah

Rabu, 8 September 2021 | 06:14 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SAN SALVADOR, investor.id – El Salvador pada Selasa (7/9) menjadi negara pertama di dunia yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Walaupun ada tanggapan skeptisisme yang meluas di dalam negeri dan peringatan internasional tentang risikonya bagi konsumen.

Pemerintah Presiden Nayib Bukele mengklaim langkah itu akan memberi warga Salvador banyak akses ke layanan bank untuk pertama kalinya, dan menghemat biaya sekitar US$ 400 juta untuk transfer uang yang dikirim dari luar negeri setiap tahun.

Menurut laporan, Bukele memulai proses pada Senin (6/9) malam dengan mengumumkan pembelian 400 bitcoin pertama El Salvador, dalam dua tahapan masing-masing 200 bitcoin. Dia juga menjanjikan akan ada lebih banyak bitcoin yang datang.

“Besok, untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua mata dunia akan tertuju pada El Salvador. #Bitcoin melakukan ini,” cuit Bukele di Twitter, Senin, yang dikutip AFP.

Aplikasi penukaran mata uang kripto (cryptocurrency) Gemini menunjukkan bahwa 400 bitcoin yang diperdagangkan El Salvador bernilai sekitar US$ 21 juta.

Di sisi lain, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas dari 6,5 juta penduduk El Salvador menolak gagasan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran sah, dan akan terus menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menjadi mata uang resmi negara itu selama 20 tahun terakhir.

“Bitcoin ini adalah mata uang yang tidak ada, mata uang yang tidak akan menguntungkan orang miskin tetapi orang kaya. Bagaimana orang miskin akan berinvestasi (dalam bitcoin) jika mereka hampir tidak punya cukup makanan?” demikian pernyataan skeptis Jose Santos Melara, yang ikut serta dalam aksi protes di San Salvador pekan lalu.

Sebelumnya pada Juni, Parlemen El Salvador menyetujui undang-undang yang mengizinkan penggunaan uang kripto sebagai alat penawaran untuk semua barang dan jasa di negara kecil yang terletak di kawasan Amerika Tengah, bersamaaan dengan dolar AS.

Undang-undang – atas inisiatif Bukele – itu pun disetujui dalam waktu 24 jam setelah dipresentasikan ke Kongres, mengingat para sekutu presiden telah memegang suara mayoritas sejak Maret.

Menanggapi hal itu, para ahli dan regulator menyoroti kekhawatiran soal volatilitas mata uang kripto dan kurangnya perlindungan bagi penggunanya.

Skeptisisme

Menurut laporan, pemerintah telah memasang lebih dari 200 mesin teller bitcoin dan beberapa di antaranya mendapat penjagaan dari tentara untuk mencegah kemungkinan pembakaran oleh masyarakat yang menolak.

Bukele juga menjanjikan US$ 30 bagi setiap warga negara yang menggunakan bitcoin.

“Ini adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah dan pembuat undang-undang tanpa berkonsultasi dengan penduduk. Kami melihat bahwa masyarakat tidak merasakan dampak positif untuk mengubah kondisi kehidupan mereka secara signifikan,” ujar Laura Andrade, direktur Institut Opini Publik Universitas Amerika Tengah (Public Opinion Institute of the Central American University), kepada AFP.

Dia menambahkan, menemukan dalam jajak pendapat bahwa 70% warga Salvador menentang langkah tersebut.

Bahkan, hampir dua pertiga warga Salvador yang mengikuti jajak pendapat mengatakan tidak tertarik untuk mengunduh dompet elektronik “Chivo” yang akan memungkinkan para pengguna membeli dan membelanjakan bitcoin.

Sedangkan Oscar Cabrera, ekonom di Universitas El Salvador, menyoroti soal tingginya volatilitas mata uang kripto yang akan memiliki dampak negatif pada konsumen, serta memengaruhi harga barang dan jasa.

Sebagai informasi, harga bitcoin sempat jatuh di bawah harga US$ 30.000 pada Juni. Angka ini kurang dari setengah harga tertinggi sepanjang masa lebih dari US$ 64.000 pada dua bulan sebelumnya.

Sementara itu, Yayasan Salvador untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial (FUSADE) menuturkan bahwa tidak konstitusional untuk mewajibkan para pedagang untuk menerima bitcoin sebagai alat pembayaran.

Seorang pria menggunakan ATM bitcoin di wilayah El zonte, 56 km tenggara dari ibu kota San Salvador,  El Salvador, pada 9 Juni 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP )
Seorang pria menggunakan ATM bitcoin di wilayah El zonte, 56 km tenggara dari ibu kota San Salvador, El Salvador, pada 9 Juni 2021. ( Foto: STANLEY ESTRADA / AFP )

Aktor Jahat

Menanggapi penolakan penggunaan bitcoin, Bukele menuduh para penentang itu berusaha menabur ketakutan di antara warga Salvador, di mana beberapa di antaranya memiliki akses ke layanan perbankan formal.

Kegiatan transfer uang telah menyumbang lebih dari seperlima dari produk domestik bruto (PDB) di negara yang mengakui dolar AS sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah, terutama yang dikirim dalam bentuk dolar melalui lembaga-lembaga transfer uang seperti Western Union dari sekitar 1,5 juta ekspatriat.

Menurut data Bank Dunia, El Salvador menerima lebih dari US$ 5,9 miliar pada 2020 dari warga negara yang tinggal di luar negeri, terutama di AS. El Salvador juga mengandalkan uang ini untuk meningkatkan laju ekonomi yang sedang berjuang mengatasi kontraksi 7,9% pada 2020, di mana sebagian besar disebabkan oleh pandemi virus corona.

Para ekonom dan badan-badan internasional seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Inter-American Development Bank telah menyatakan kekhawatiran tentang penerapan bitcoin El Salvador.

Di samping itu, Pemerintah AS telah mendesak El Salvador untuk memastikan penggunaan bitcoin yang teratur, transparan, bertanggung jawab, dan untuk melindungi diri dari aktor-aktor jahat, seperti para peretas yang berupaya meminta uang tebusan.

Bitcoin mendapat kritikan regulator karena potensinya untuk penggunaan ilegal – terutama dalam hal pencucian uang dari kegiatan kriminal dan pendanaan terorisme. Tetapi tidak semua orang menentangnya, dan menurut Bukele pada akhir Juni, sekitar 50.000 warga Salvador menggunakan bitcoin.

Banyak dari mereka berada di kota pesisir El Zonte, di mana ratusan bisnis dan individu menggunakan mata uang untuk segala hal mulai dari membayar tagihan listrik hingga membeli sekaleng soda. Dimulai sebagai proyek oleh donor bitcoin anonim, kota ini sampai sekarang memiliki satu-satunya mesin teller bitcoin di El Salvador.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN