Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur departemen Eropa Dana Moneter Internasional (IMF), Alfred Kammer. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Direktur departemen Eropa Dana Moneter Internasional (IMF), Alfred Kammer. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Eropa Berpeluang Pulih Tahun Depan

Kamis, 15 April 2021 | 06:58 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id — Kondisi ekonomi Eropa saat ini memperlihatkan peluang untuk kembali ke level sebelum krisis Covid-19 pada 2022. Hal ini dikatakan Dana Moneter Internasional atau IMF pada Rabu (14/4), walau proyeksi tersebut dinyatakan akan bergantung pada kemajuan program vaksinasi Covid-19 di Benua Biru tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, dikarenakan lonjakan kasus baru, negara-negara Eropa terpaksa menerapkan pembatasan-pembatasan baru atau mengetatkan protokol kesehatan yang sudah berjalan. Sehingga IMF memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini untuk Eropa sebesar 0,2 poin persentase dari level saat ini yang sebesar 4,5%.

“Berdasarkan asumsi bahwa vaksin akan tersedia luas mulai musim panas 2021 dan sepanjang 2022, pertumbuhan PDB diproyeksikan mencapai 3,9% pada 2022 yang artinya PDB Eropa akan kembali ke level sebelum pandemi,” kata IMF.

Tapi, tambah kreditor global berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut, prospek itu tetap dibayangi ketidakpastian tentang bagaimana pandemi Covid-19 akan berevolusi di negara-negara Eropa. Khususnya ketika dihadapkan dengan varian-varian baru dan kecepatan program vaksinasinya.

“Belum diketahui seberapa cepat gelombang ketiga dapat ditangani dan kami belum memasukkan ini dalam proyeksi sehingga jelas ini menjadi faktor risiko penurunan. Risiko ini juga dapat terjadi jika vaksinasi melambat dari ekspektasi saat ini. Kita harus siap jika virus ini kembali membuat kejutan,” ujar Alfred Kammer, direktur IMF Departemen Eropa, kepada CNBC.

Uni Eropa (UE) pada pekan ini kembali menerima kabar buruk. Setelah produsen vaksin asal AS Johnson & Johnson menyatakan akan menunda peluncuran vaksinnya di Eropa, setelah otoritas di AS mengkhawatirkan komplikasi berupa pembekuan darah, walaupun sangat langka.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN