Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi dark web. ( Foto: europol.europa.eu)

Ilustrasi dark web. ( Foto: europol.europa.eu)

Europol Jaring 179 Pedagang Dark Web

Rabu, 23 September 2020 | 07:51 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

DEN HAAG, investor.id – Badan Kepolisian Eropa atau Europol mengatakan telah menjaring 179 pedagang (vendor) yang menjual barang-barang ilegal secara daring (online), sekaligus menyita jutaan mata uang, obat-obatan dan senjata. Tindakan tersebut menandai berakhirnya zaman keemasan pasar dark web.

Operation DisrupTor memperlihatkan terkaman badan-badan hukum di Austria, Inggris, Jerman, Belanda, Swedia dan Amerika Serikat (AS), dengan menargetkan mereka yang menjual dan membeli barang-barang ilegal di bazar anonim premium internet,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Europol pada Selasa (22/9), seperti dikutip oleh AFP.

Di bawah pimpinan polisi kriminal federal Jerman, lanjut Europol, terbongkarnyan jaringan pasar dark web akan memberikan data dan materi bagi para penyelidik guna mengidentifikasi para tersangka di balik akun-akun dark web yang digunakan untuk melakukan aktivitas ilegal.

“Akibatnya, 179 vendor yang terlibat dalam puluhan ribu penjualan barang haram ditangkap di seluruh Eropa dan Amerika Serikat dalam operasi yang dikoordinasikan oleh Europol, badan peradilan benua Eurojust dan badan-badan pemerintah AS,” kata Europol.

Laporan menyebutkan, sekitar 121 tersangka ditangkap di AS, diikuti oleh 42 di Jerman, delapan di Belanda, empat di Inggris, tiga di Austria dan satu di Swedia.

Polisi juga menyita lebih dari US$ 6,5 juta (5,5 juta euro) dalam bentuk tunai dan mata uang daring; sekitar 500 kilogram (kg) narkoba, termasuk kokain, heroin, oksikodon dan metamfetamin; serta 64 senjata api. Sejumlah investigasi pun masih berlangsung.

Ditambahkan oleh Europol, Operation DisrupTor ini digelar menyusul penutupan badan hukum Wall Street Market, yakni sebuah pasar online ilegal terbesar kedua di dark web pada Mei tahun lalu yang memiliki lebih dari 1,1 juta pengguna dan 5.400 vendor.

“Pengumuman hari ini mengirimkan pesan yang kuat kepada para penjahat yang membeli dan menjual barang-barang ilegal di dark web. Internet tersembunyi tidak lagi tersembunyi, dan aktivitas anonim Anda tidak anonim,” ujar Edvardas Sileris, yang mengepalai pusat kejahatan siber EC3 Europol, seraya menambahkan bahwa dengan Europol maka zaman keemasan pasar dark web telah berakhir.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN