Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo jejaring sosial Amerika Serikat (AS) Facebook dan layanan pesan seluler WhatsApp terlihat di layar smartphone dan tablet. ( Foto: Lionel Bonaventure / AFP )

Logo jejaring sosial Amerika Serikat (AS) Facebook dan layanan pesan seluler WhatsApp terlihat di layar smartphone dan tablet. ( Foto: Lionel Bonaventure / AFP )

Facebook Berpotensi Harus Lepas Instagram dan Whatsapp

Jumat, 11 Desember 2020 | 07:24 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id - Facebook Inc (FB) dapat dipaksa untuk menjual dua aset berharganya, Instagram (IG) dan Whatsapp (WA), setelah Komisi Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau Federal Trade Commission (FTC) dan hampir setiap negara bagian di AS menggugat raksasa media sosial tersebut. FB dianggap telah menggunakan strategi beli atau benamkan untuk mengambil para pesaing dan terus melemahkan para kompetitor yang lebih kecil.

Dalam dua gugatan yang dilayangkan pada Rabu (9/12) waktu setempat, FB menjadi raksasa teknologi kedua di AS yang tahun ini menghadapi kasus hukum besar. Sebelumnya, Departemen Kehakiman (Depkeh) AS menggugat Google pada Oktober 2020. Google dituduh telah menggunakan kekuatannya di pasar untuk meredam para rival.

Gugatan-gugatan itu menunjukkan semakin berkembangnya konsensus bipartisan di AS. Mereka menuntut tanggung jawab para raksasa teknologi atas praktik bisnisnya.

Konsensus tersebut juga menunjukkan jarang-jarang pemerintahan Presiden Donald Trump dan kubu Partai Demokrat bisa bersepakat. Sebagian pihak di kubu Partai Republik dan Demokrat mendukung langkah pemecahan bisnis Google dan FB, agar tidak terlalu dominan dan memonopoli pasar.

Dalam gugatannya tersebut, FB dituding membeli rival-rivalnya. Fokus gugatan adalah pembelian aplikasi berbagi foto Instagram senilai US$ 1 miliar pada 2021 dan aplikasi pesan Whatsapp senilai US$ 19 miliar pada 2014.

Para regulator federal dan negara bagian berpendapat bahwa akuisisi-akuisisi tersebut harus dianulir. Langkah ini berpotensi menimbulkan pergulatan hukum yang panjang. Karena akuisisi-akuisisi tersebut sudah disetujui oleh FTC.

“Selama hampir satu dekade, Facebook telah menggunakan kekuatan dominan dan monopolinya untuk menghancurkan rival-rival yang lebih kecil dan mengebiri persaingan dengan mengorbankan para pengguna harian,” ujar Jaksa Agung New York Letitia James, atas nama koalisi 46 negara bagian.

Negara bagian yang tidak ikut menggugat adalah Washington DC dan Guam, Alabama, Georgia, Carolina Selatan, dan Dakota Selatan.

James menambahkan bahwa FB mengakuisisi rival-rivalnya sebelum mereka dapat mengancam dominasi perusahaan.

Konsul Jenderal FB Jennifer Newstead menyebut gugatan itu mengaburkan sejarah. Menurut dia, UU antipersaingan usaha ada bukan untuk menghukum perusahaan-perusahaan yang sukses.

Newstead mengatakan bahwa WA dan IG sukses setelah FB menanamkan investasi miliaran dolar AS di saat aplikasi-aplikasi tersebut berkembang.

“Pemerintah sekarang ingin menganulir dan mengirimkan peringatan sadis kepada sektor bisnis Amerika bahwa tidak ada penjualan yang sifatnya final,” kata Newstead.

Dalam pesannya di forum diskusi internal perusahaan, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada para karyawannya bahwa kasus ini tidak akan berdampak kepada tim ataupun tugas mereka. Karena baru langkah awal dari proses yang dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN