Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Facebook. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Facebook. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Facebook Janji Membayar Perusahaan Media Australia

Rabu, 24 Februari 2021 | 06:44 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SYDNEY, investor.id – Raksasa jejaring sosial Facebook pada Selasa (23/2) menyatakan akan mencabut pemblokiran atas konten berita Australia. Facebook akan membayar kepada perusahaan-perusahaan media lokal untuk konten yang tampil.

Kesepakatan ini tercapai setelah Australia setuju menunda penerapan undang-undang (UU) yang akan memaksa perusahaan jejaring sosial seperti Facebook membayar atas konten media yang tampil di platform-nya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Australia Josh Frydenberg mengumumkan kompromi tersebut juga untuk menjaga reputasi Google dan Facebook. Kedua perusahaan layanan tersebut akan menggelontorkan puluhan juta dolar ke sektor berita lokal Australia yang sedang dalam kondisi sulit.

Sebagai balasannya, kedua perusahaan digital Amerika Serikat (AS) tersebut untuk saat ini terhindar dari kewajiban membayar yang bakalan jauh lebih besar. Dan apa yang mereka pandang sebagai preseden global yang mengkhawatirkan.

Hanya beberapa jam setelah putusan kompromi itu diumumkan, Facebook mengumumkan kesepakatan pertama dengan perusahaan media Australia, Seven West. Facebook menambahkan sedang memproses kesepakatan komersial dengan organisasi berita lokal lainnya.

Facebook diperkirakan menggunakan konten untuk meluncurkan produk berita khusus di Australia tahun ini.

“Sebagai hasil dari perubahan ini, kami sekarang dapat meningkatkan investasi kami dalam jurnalisme demi kepentingan publik, dan membuka kembali konten berita di Facebook untuk warga Australia dalam beberapa hari mendatang," kata Will Easton, direktur pelaksana Facebook Australia.

Perusahaan media sosial itu memicu kemarahan global minggu lalu dengan memblokir berita untuk para penggunanya di Australia. Karena memprotes rancangan UU tersebut.

Facebook juga secara tidak sengaja memblokir serangkaian halaman non-berita yang ditautkan untuk banyak kepentingan lainnya. Mulai dari akun amal kanker hingga layanan tanggap darurat.

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison dengan marah menuduh Facebook membuat keputusan untuk "tidak berteman" dengan Australia.

Google telah menjadi perantara kesepakatan bernilai jutaan dolar dengan perusahaan media lokal. Termasuk dua terbesar, News Corp dan Nine Entertainment milik Rupert Murdoch.

Kalangan pengamat menggambarkan tercapainya kesepakatan, jelang disahkannya RUU tersebut pekan ini oleh Parlemen Australia, sebagai kompromi yang masuk akal.

"Semua orang berkata, akhirnya kami mendapatkan apa yang kami inginkan," ujar profesor bisnis Universitas New South Wales Rob Nicholls, kepada AFP.

Kedua perusahaan sekarang memiliki waktu tambahan dua bulan untuk mencapai kesepakatan lebih lanjut. Kesepakatan yang akan mencegah arbitrasi yang mengikat.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN