Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di markas Fed pada 27 Juli 2022 di Washington, DC. (FOTO: Drew Angerer/Getty Images/AFP)

Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di markas Fed pada 27 Juli 2022 di Washington, DC. (FOTO: Drew Angerer/Getty Images/AFP)

Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps Lagi Sesuai Perkiraan

Kamis, 28 Juli 2022 | 07:36 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar tiga perempat poin persentase atau 75 basis poin (bps). Ini menjadi strategi terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam pertempuran untuk meredam tekanan harga yang mengamuk dan menekan keluarga Amerika.

Itu adalah kenaikan agresif kedua berturut-turut dan kenaikan suku bunga keempat tahun ini. Bank sentral bergerak aktif untuk mendinginkan lonjakan inflasi terkuat dalam lebih dari empat dekade, tanpa menggelincirkan ekonomi terbesar di dunia itu.

Sementara The Fed mencatat tanda-tanda bahwa ekonomi AS melambat, itu mengisyaratkan rencana untuk terus meningkatkan biaya pinjaman. Gubernur Fed Jerome Powell menjelaskan ada kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Baca juga: Wall Street Menguat Sambut Kenaikan Suku Bunga Fed

“Inflasi terlalu tinggi,” kata Powell pada Rabu (27/7). Ia mengatakan, The Fed akan terus menaikkan suku bunga sampai ada bukti kuat bahwa inflasi bergerak kembali ke sasaran 2%.

“Peningkatan luar biasa besar lainnya bisa sesuai (pada pertemuan berikutnya pada September),” lanjut Powell.

Ia menekankan bahwa para gubernur bank sentral AS tidak akan ragu untuk membuat langkah yang lebih besar daripada yang dilakukan hari ini, jika dibenarkan.

Presiden AS Joe Biden menghadapi reaksi politik karena melonjaknya harga. Ia menuduh kondisi ini terutama akibat serangan Rusia ke Ukraina yang membuat harga pangan dan energi global melonjak.

Dalam pemungutan suara yang bulat, tidak seperti keputusan yang dibuat pada Juni 2022, penetapan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed menaikkan suku bunga pinjaman acuan ke kisaran 2,25% hingga 2,5%, setelah memulai tahun ini mendekati level nol.

Gubernur Fed mengakui bahwa pada titik tertentu, regulator akan dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Wall Street tampak terhibur oleh komentar Powell, dengan kenaikan solid di ketiga indeks saham utama, termasuk blue chip Dow, yang berakhir dengan kenaikan lebih dari 430 poin.

Tantangan bagi regulator adalah untuk memadamkan inflasi sebelum menjadi berbahaya dan tanpa mengirim ekonomi terbesar dunia ke dalam resesi yang akan bergema di seluruh dunia.

Powell telah menjelaskan bahwa mereka bersedia mengambil risiko penurunan ekonomi. Tetapi ia juga menyatakan keyakinannya bahwa AS dapat menghindari itu dan The Fed dapat merekayasa pendaratan lunak (soft landing), menjinakkan inflasi tanpa menyebabkan resesi.

“Kami mencoba melakukan jumlah yang tepat. Kami tidak mencoba mengalami resesi dan kami pikir kami tidak harus melakukannya,” kata Powell.

Nancy Vanden Houten dari Oxford Economics masih memperkirakan kenaikan suku bunga tiga perempat poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya. Tetapi setelah itu, katanya, pihaknya mengharapkan The Fed untuk turun ke laju yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga 25 bps.

Ekonom lain sekarang menyerukan kenaikan setengah poin persentase yang lebih kecil.

The Fed akan melihat dua rilis data bulanan utama pada saat itu, untuk data pekerjaan dan indeks harga konsumen (CPI).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com