Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kylie Larrobis, siswa kelas satu, yang sedang melakukan latihan menulis di rumahnya, di  Quezon City, pinggiran kota Manila, Filipina, pada 3 September 2021. ( Foto: JAM STA ROSA / AFP )

Kylie Larrobis, siswa kelas satu, yang sedang melakukan latihan menulis di rumahnya, di Quezon City, pinggiran kota Manila, Filipina, pada 3 September 2021. ( Foto: JAM STA ROSA / AFP )

Filipina akan Membuka Kembali 120 Sekolah

Selasa, 21 September 2021 | 06:58 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MANILA, investor.id – Pemerintah Filipina akan membuka kembali hingga 120 sekolah untuk kelas tatap muka terbatas, untuk pertama kalinya sejak awal pandemi virus corona. Para pejabat pemerintah mengatakan paling lambat Senin (20/9) langkah tersebut disetujui oleh Presiden Rodrigo Duterte.

Sementara hampir setiap negara di dunia telah membuka kembali sebagian atau seluruh sekolah untuk tatap muka pelajaran. Hingga kini sejak Maret 2020, Filipina telah menutupnya.

“Kita harus uji coba tatap muka (kelas) karena ini bukan hanya masalah pendidikan, ini masalah kesehatan mental anak-anak. Ini juga masalah ekonomi karena kita bisa kehilangan satu generasi yang jika tidak bertatap muka di kelas," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque kepada wartawan.

Di bawah pedoman yang disetujui oleh Duterte pada Senin (20/9), hingga seratus sekolah umum di daerah yang dianggap minimal risiko untuk penularan virus akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam uji coba dua bulan.

Sebanyak dua puluh sekolah swasta juga dapat berpartisipasi. Ruang kelas akan terbuka untuk anak-anak di taman kanak-kanak hingga kelas tiga sekolah dasar, sekolah menengah atas. Tetapi jumlah siswa dan jam yang dihabiskan dalam pelajaran tatap muka masih dibatasi.

Sekolah yang ingin ambil bagian akan dinilai kesiapannya dan perlu persetujuan dari pemerintah lokal untuk dibuka kembali. Persetujuan tertulis dari orang tua akan diperlukan.

“Kalau kelas percobaan aman, kalau efektif nanti kita tingkatkan secara bertahap,” kata Menteri Pendidikan Inggris Leonor Briones, Senin (20/9).

Duterte menolak usulan sebelumnya untuk percontohan pembukaan kembali sekolah, karena takut anak-anak dapat tertular Covid-19 dan menginfeksi kerabat lanjut usia.

Tetapi ada seruan yang berkembang dari dana anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan banyak guru agar pembelajaran di sekolah dapat dilakukan secara langsung, di tengah kekhawatiran penutupan yang berkepanjangan memperburuk krisis pendidikan di negara tersebut.

Program pembelajaran campuran, yang melibatkan kelas daring, materi cetak, dan pelajaran yang disiarkan secara daringm elevisi dan media sosial, akan terus berlanjut. France Castro dari Aliansi Guru Peduli mengatakan bahwa keputusan itu sudah lama tertunda.

Anak-anak berusia lima belas tahun di Filipina berusaha dalam membaca, matematika, dan sains, menurut data dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN