Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Filipina Diterjang Badai Nock-Ten Saat Natal

Selasa, 27 Desember 2016 | 08:00 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

LIGAO – Embusan angin topan kencang Nock-Ten yang melintasi kepulauan Filipina pada Senin (26/12) telah menyebabkan empat orang tewas dan delapan orang lainnya hilang. Perayaan Natal yang harusnya meriah berubah kacau akibat terpaan angin kencang, hujan deras, dan banjir.


Sebelumnya, Topan Nock-Ten mendarat di Provinsi Catanduanes dengan kecepatan angin 235 kilometer per jam pada Hari Natal. Topan tersebut melanda wilayah Bicol dan sekitarnya sebelum bergeser ke bagian barat Filipina.


Menurut Gubernur Provinsi Albat Al Bichara kepada media setempat, sejumlah korban dilaporkan tewas karena banjir. Sedangkan seorang pria tua tewas akibat tertimpa dinding yang roboh. Polisi kemudian melaporkan ada korban yang tewas dan dua orang lainnya terluka akibat tersengat aliran listrik, pada saat badai merobohkan tiang listrik di Provinsi Quezon.


Selain itu, petugas penjaga pantai Joy Villegas menyampaikan sebuah kapal yang tengah berlabuh tenggelam di pesisir Provinsi Batangas pada Senin. Akibat kejadian ini, delapan awak kapal dinyatakan hilang. Pemerintah daerah juga mengatakan dua orang dilaporkan tewas setelah menderita serangan jantung pada saat terjadi badai. Namun masih belum jelas apakah kematian mereka terkait dengan terjangan topan.


Sementara kantor pertahanan sipil menyebutkan, ada lebih dari 383.000 orang yang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka. Sementara itu, lebih dari 80 penerbangan dalam negeri dan internasional harus dibatalkan karena badai.


Para penjaga pantai juga telah mengeluarkan pengumuman pada Minggu (25/12) kepada para wisatawan untuk menjauhi seluruh pantai Manila bagian selatan pada Senin. Badai luar biasa ini telah memutus aliran listrik bagi jutaan pelanggan dan memaksa instansi-instansi pemerintah memerintahkan evakuasi terhadap seluruh penduduk di Bicol, sehingga mengacaukan perayaan Natal di negara yang sebagian besar penduduknya menganut agama Kristen.


Di kota Ligao, Bicol, jalan-jalan dan peternakan di sekitarnya dilanda banjir setinggi pergelangan kaki. Sejumlah rumah dipenuhi lumpur yang ditinggalkan oleh banjir. Salah seorang warga, Erna Angela Pintor (20 tahun) mengatakan bahwa dirinya dan keluarga tidak bisa tidur di malam Natal karena takut terjangan angin kencang akan mengoyak atap rumah.


Dia menyampaikan, keluarganya masih lebih beruntung dari pada warga yang tinggal di dekat sungai. “Mereka terpaksa berlindung di dalam rumah karena air mencapai setinggi dada. Banjir tadi malam hanya setinggi lutut kami. Syukurlah embusan angin topan tidak terlalu kencang,” ujar dia kepada AFP.


Ia menuturkan bahwa dirinya sekeluarga seharusnya merayakan Natal, tapi terpaksa tidak dilalukan. “Ini adalah Natal yang menyedihkan bagi kami. Meskipun di keluarga kami tidak ada yang meninggal tapi banyak daru rumah-rumah tetangga kami yang tersapu banjir,” tutur Pintor. (afp/pya)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN