Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, D.C Amerika Serikat. ( Foto: AFP )

Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, D.C Amerika Serikat. ( Foto: AFP )

FOMC Menolak Suku Bunga Negatif

Happy Amanda Amalia, Jumat, 22 November 2019 | 10:01 WIB

WASHINGTON, investor.id – Para anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu memutuskan menolak gagasan untuk membawa suku bunga acuan ke teritori negatif, yang telah berulang-ulang dimintakan oleh Presiden Donald Trump. Demikian menurut risalah pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang dirilis pada Rabu (20/11) waktu setempat.

Ada pun dasar penolakan itu karena para anggota FOMC melihat bukti manfaat dari suku bunga negatif – yang mana para kreditor harus membayar para peminjam daripada sebaliknya – beragam di negara-negara yang telah menerapkannya.

Para pembuat kebijakan The Fed juga mengatakan, pada rapat 29-30 Oktober 2019, bahwa negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia telah terbukti tangguh dalam menghadapi kesulitan global terus-menerus. Walau risiko-risiko yang ditimbulkan tetap melonjak, termasuk dari perang perdangangan Trump.

Selain itu, The Fed meyakini bahwa dalam jangka pendek belum perlu lagi penurunan suku bunga, kecuali ada perubahan drastis dalam prospek ekonomi ke depan. Bulan lalu The Fed menurunkan suku bunga acuan (fed funds rate/FFR) untuk kali ketiga pada tahun ini, sehingga sekarang berada di kisaran 1,5%-1,75%.

Trump sendiri tanpa henti terus menyerang bank sentral AS. Dia menuntut suku bunga yang lebih rendah dan bahkan negatif. Trump mengklaim bahwa suku bunga AS yang relatif lebih tinggi telah menempatkan negeri ini pada posisi yang kurang menguntungkan terhadap negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang lebih lemah di Eropa dan Asia.

Saat berpidato di New York pekan lalu, Trump menuding The Fed telah menghalangi AS dari ragam stimulus yang dinikmati oleh negara-negara lain.

“Beri saya sebagian dari uang itu. Saya mengingingkan sebagian uang itu. The Federal Reserve kita tidak membolehkan kita melakukannya,” ujar Trump tentang suku bunga negatif.

Konsekuensi Tak Terhitung

Risalah hasil pertemuan The Fed bulan lalu juga menjelaskan bahwa dalam situasi seperti saat ini, para gubernur bank sentral AS telah menutup pintu bagi suku bunga negatif.

“Seluruh peserta menilai bahwa saat ini suku bunga negatif tampaknya tidak menjadi alat kebijakan moneter yang menarik di Amerika Serikat. Ada keterbatasan ruang untuk menerapkan kebijakan semacam itu, yang belum jelas menguntungkan negara-negara lain dan dapat menimbulkan konsekuensi-konsekuensi tak terhitung bagi pinjaman bank serta belanja rumah tangga,” bunyi risalah tersebut.

Para anggota FOMC juga menjelaskan, suku bunga negatif akan menimbulkan kompleksitas dan distorsi yang signifikan ke dalam sistem keuangan AS. Namun, FOMC tidak mengesampingkan bahwa keadaan itu masih bisa muncul sehingga posisi mereka dapat berubah.

Sementara itu secara umum, perekonomian AS berjalan baik, ditandai berkurangnya risiko untuk mengalami resesi dalam beberapa pekan terakhir.

Kendati pasar tenaga kerja dan belanja konsumen tetap kuat, tapi para anggota The Fed umumnya merasa para pelaku bisnis akan tetap dilanda kegelisahan tentang investasi. Ekspor pun akan tetap lemah karena ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan global yang lambat.

Di sisi lain, tahun ini The Fed telah membalikkan hampir semua dari empat kali kenaikan FFR tahun lalu guna meningkatkan perekonomian yang melambat. Dan juga menyediakan jaminan terhadap bahaya-bahaya yang mengancam, termasuk perang dagang yang digawangi Trump.

Setelah tiga kali memangkas suku bunga berturut-turut, suku bunga acuan saat ini telah dikalibrasi dengan baik untuk mendukung pertumbuhan, dan kemungkinan tingkat suku bunga akan tetap seperti itu selama prospeknya tetap sama secara luas.

Di samping itu, upaya-upaya untuk mengakhiri perang dagang, tampaknya berjalan tersendat menyusul gagalnya kesepakatan parsial yang diumumkan bulan lalu setelah Trump mengancam menaikkan tarif untuk menekan Tiongkok agar bekerja sama. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA