Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi mata uang kripto terlihat di depan logo FTX. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Ilustrasi mata uang kripto terlihat di depan logo FTX. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

FTX Tetap Jadi Fokus Investigasi Aktif, Kata Jaksa Agung Bahama

Senin, 28 Nov 2022 | 12:25 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW PROVIDENCE, investor.id – Bursa aset kripto (cryptocurrency) yang bangkrut FTX tetap menjadi subjek penyelidikan aktif dan berkelanjutan oleh otoritas Bahama, kata Jaksa Agung Bahama Ryan Pinder. Ia memuji rezim peraturan Bahama dan kecepatannya dalam menanggapi krisis.

FTX, yang pernah menjadi salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia, berkantor pusat di Bahama. Namun krisis likuiditasnya memaksa perusahaan untuk menyatakan bangkrut pada 11 November 2022, menjadi subyek investigasi oleh otoritas Bahama dan Amerika Serikat (AS).

Pada pertengahan November, Polisi Kerajaan Bahama mengatakan bahwa penyelidik pemerintah di wilayah tersebut sedang melihat apakah ada pelanggaran kriminal yang terjadi.

Baca juga: Binance Kerahkan US$ 1 Miliar untuk Jaga Industri Kripto Setelah FTX Bangkrut

Advertisement

“Kami sedang dalam tahap awal penyelidikan aktif dan berkelanjutan. Ini adalah penyelidikan yang sangat kompleks,” kata Pinder pada Minggu (27/11), menurut pernyataan yang disiapkan untuk pidato tersebut. Ia mengatakan, kasus itu melibatkan otoritas sipil dan kriminal.

Pinder mengatakan bahwa Komisi Sekuritas Bahama, Unit Intelijen Keuangan, dan Unit Kejahatan Keuangan kepolisian akan terus menyelidiki fakta dan keadaan terkait krisis kebangkrutan FTX. “Dan potensi pelanggaran hukum Bahama,” lanjutnya.

Pinder juga membela rezim peraturan Bahama dan mengatakan bahwa Komisi Sekuritas bergerak cepat karena kekuatan kerangka legislatif, dikutip dari Reuters.

Regulator sekuritas Bahama telah mencabut lisensi FTX Digital dan memulai proses likuidasi paksa, sehari sebelum pengajuan kasus kebangkrutan di AS dimulai.

Baca juga: Mantan CEO FTX Kirim Surat Permintaan Maaf kepada Karyawan

“Setiap upaya untuk meletakkan keseluruhan bencana ini di kaki Bahama, karena FTX berkantor pusat di sini, akan menjadi penyederhanaan realitas yang berlebihan,” kata Pinder. Ia menambahkan bahwa Komisi Sekuritas Bahama telah bergerak dengan kecepatan “luar biasa” sebagai tanggapan.

Sam Bankman-Fried (30) mendirikan FTX pada 2019 dan mendorong ledakan aset kripto ke kekayaan bersih, yang dipatok Forbes tahun lalu sebesar US$ 26,5 miliar. Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO FTX pada hari yang sama dengan pengajuan kebangkrutan perusahaan.

Salah satu pendiri dan CEO FTX Sam Bankman-Fried di Hong Kong pada 11 Mei 2021. (Foto: Lam Yik / Bloomberg / Getty Images)

Krisis likuiditas terjadi setelah Bankman-Fried diam-diam memindahkan US$ 10 miliar dana pelanggan FTX ke perusahaan perdagangan miliknya, Alameda Research. Ini dilaporkan Reuters, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Kantor Kejaksaan AS di Manhattan, yang dipimpin oleh jaksa penuntut penipuan sekuritas veteran Damian Williams, pada pertengahan November mulai menyelidiki bagaimana FTX menangani dana pelanggan.

Baca juga: Orang Tua CEO FTX Bankman-Fried Ternyata Beli Properti di Bahama US$ 121 Juta

Laporan Reuters juga menyebutkan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) di AS juga membuka penyelidikan.

Bangkrutnya FTX terjadi setelah serangkaian kehancuran yang telah menjatuhkan pemain kunci lainnya, termasuk Voyager Digital dan Celsius Network, kemudian membuat beberapa investor global mempertanyakan kelangsungan sektor kripto.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com