Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah truk berpendingin berisi vaksin virus corona Covid-19 melakukan pengiriman pertama melalui program Covax Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu daerah-daerah miskin di kota Ramallah,, Tepi Barat, pada 17 Maret 2021. ( Foto: ABBAS MOMANI / AFP )

Sebuah truk berpendingin berisi vaksin virus corona Covid-19 melakukan pengiriman pertama melalui program Covax Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu daerah-daerah miskin di kota Ramallah,, Tepi Barat, pada 17 Maret 2021. ( Foto: ABBAS MOMANI / AFP )

G-7 Sepakat Tingkatkan Vaksinasi Global

Kamis, 6 Mei 2021 | 06:37 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Kelompok negara maju G-7 pada Rabu (5/5) menyatakan akan mengupayakan peningkatan vaksinasi global Covid-19. Karena seruan agar bantuan dana ditingkatkan untuk membantu negara-negara berkembang nyaris tak bergaung.

Tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang sangat nyata. Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan delegasi India memutuskan untuk mengikuti pertemuan tingkat menlu G-7 di London, Inggris secara virtual setelah diduga terpapar ke salah satu kasus Covid-19.

India adalah satu dari beberapa negara yang diundang oleh Inggris untuk pertemuan tatap muka pertama G-7 sejak pandemi Covid-19 dimulai tahun lalu.

Menlu Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) sedang mengatur agenda untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) para pemimpin G-7 bulan depan di Cornwall, Inggris. Pertemuan itu nantinya akan menandai debut internasional Joe Biden sebagai presiden AS.

G-7 membuka hari terakhir konferensinya dengan sesi yang berfokus pada masyarakat terbuka, sebelum juga menangani Covid-19 maupun perang melawan perubahan iklim.

"Bagian yang sangat berharga dari format G-7 adalah berpikir di babak tersebut, apa yang perlu kami lakukan untuk paling membantu negara rentan di seluruh dunia?" ujar Menlu Inggris Dominic Raab kepada wartawan, yang dikutip AFP.

Lebih dari 1,2 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan secara global, tetapi kurang dari 1% yang sudah menerima vaksin di negara kurang berkembang.

Dengan dukungan dari sebagian besar negara kaya, program Covax yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dimaksudkan untuk berbagi vaksin dengan negara termiskin.

Tetapi negara-negara kaya juga secara efektif menyingkirkan Covax pada tahap awal, mencapai kesepakatan masing-masing dengan produsen obat.

Dosis Ekstra

Raab menekankan pentingnya Covax, tetapi mengatakan ada pertanyaan tambahan tentang apa yang harus dilakukan dengan surplus pasokan di dalam negeri.

AS akan segera memiliki 300 juta dosis tambahan, hampir setara dengan jumlah seluruh populasi. Negara tersebut memiliki kontrak yang sedang berlangsung dengan produsen ditambah keberhasilan kampanye inokulasi di dalam negeri, menurut perkiraan oleh lembaga non-profit Kaiser Family Foundation.

Biden dengan cepat bergabung dengan Covax setelah menjabat pada Januari, kebalikan dari pendahulunya Donald Trump yang nasionalis. Ia telah menjanjikan US$ 4 miliar untuk program tersebut, jauh lebih banyak daripada negara lain mana pun.

Pemerintahan Biden pekan lalu juga mengatakan akan mengalihkan 60 juta dosis vaksin AstraZeneca, vaksin yang belum disetujui di AS, serta memberikan US$ 100 juta dalam bentuk suplai langsung ke India.

Tetapi mantan perdana menteri (PM) Inggris Gordon Brown mengatakan jauh lebih banyak yang diperlukan. Ia mendesak G-7 untuk menyediakan US$ 60 miliar yang menurutnya dibutuhkan selama dua tahun ke depan untuk vaksinasi seluruh dunia.

Brown mengatakan, negara-negara kaya tersebut harus menanggung biaya dengan menggunakan rumus berdasarkan pendapatan nasionalnya dan manfaat yang akan mereka nikmati dari dimulainya kembali perdagangan global.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN