Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produsen minuman beralkohol terbesar dunia Anheuser- Busch InBev atau AB Inbev . Sumber: candgrouppic.com

Produsen minuman beralkohol terbesar dunia Anheuser- Busch InBev atau AB Inbev . Sumber: candgrouppic.com

Gagal IPO, AB InBev Lepas Aset di Australia

Minggu, 21 Juli 2019 | 10:20 WIB

BRUSSELS, investor.id – Produsen minuman beralkohol terbesar dunia Anheuser- Busch InBev atau AB Inbev pada Jumat (19/7) menjual aset-asetnya di Australia. Termasuk merek bir Foster untuk membayar utang menyusul kegagalan penawaran umum perdana saham atau IPO.

Perusahaan yang listing di Bursa Saham Brussels, Belgia, ini memiliki 500 merek termasuk Stella Artois dan Budweiser. Namun keputusan divestasi Carlton and United Breweries telah diambil dan dijual kepada Asahi Holdings dari Jepang senilai Aus$ 16 miliar atau setara US$ 11,3 miliar.

Penjualan ini dipandang sebagai eksekusi rencana B oleh AB Inbev, setelah pekan lalu mengejutkan pasar dengan menangguhkan apa yang tadinya bakalan menjadi pelepasan saham terbesar dunia di tahun ini. Raksasa usaha Belgia-Brasil ini selama berpuluh tahun mengembangkan bisnisnya lewat akuisisi-akuisisi. Namun saat ini dililit utang lebih dari US$ 100 miliar. Sebagian besar berasal dari akuisisi SABMiller pada 2016. AB InBev menyatakan, penjualan aset-aset Australia tersebut di saat-saat terakhir akan membantunya dalam upaya pengurangan beban utang. Bagi Asahi, akuisisi ini juga menghasilkan hak distribusi merek-merek AB InBev di negara benua tersebut.

“Hampir seluruh dana dari pelepasan bisnis di Australia ini akan digunakan oleh perusahaan untuk membayar utang,” bunyi pernyataan AB InBev. Namun Wall Street Journal melaporkan, penjualan tersebut dapat merembet ke aset-aset AB InBev di negara-negara lain. Antara lain disebutkan Korea Selatan dan di wilayah Amerika Tengah.

“Kami tidak dapat berkomentar mengenai hal itu,” ujar seorang juru bicara AB InBev yang tidak disebutkan identitasnya, singkat.

Sementara para investor menyambut baik langkah AB InBev. Dibuktikan dengan kenaikan harga sahamnya 4,56% pada sesi siang di Brussels. Pada awal pekan ini, AB InBev merencanakan listing anak usahanya di Asia Pasifik, Budweiser Brewing Company APAC, di Bursa Hong Kong dengan target perolehan dana sekitar US$ 10 miliar.

IPO tersebut kemudian dibatalkan dengan alasan kondisi pasar dan beredarnya laporan bahwa para calon pembeli saham keberatan denganharga penawaran. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN