Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Putih USA

Gedung Putih USA

Gedung Putih Bantah Trump Picu Kekerasan terhadap Anggota Kongres yang Muslim

SN, Senin, 15 April 2019 | 07:37 WIB

WASHINGTON – Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders pada Minggu (14/4) membela Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap tuduhan-tuduhan bahwa ia memicu kekerasan terhadap seorang perempuan Muslim anggota Kongres AS.

Tuduhan-tuduhan itu muncul setelah Trump via Twitter memasang video Ilhan Omar dan disatukan dengan potongan serangan-serangan 9/11. Omar, anggota Dewan Perwakilan AS dari Partai Demokrat dari Minnesota, menjadi sorotan setelah berpidato mengenai fobia Islam.

Oleh pihak konservatif ia dituduh meremehkan serangan-serangan yang menelan banyak korban jiwa di AS. Sebab Omar menggambarkan kejadian-kejadian itu sebagai sesuatu yang dilakukan hanya oleh sejumlah orang.

Trump pada Jumat (12/4) menampilkan sebuah video diiringi suara musik yang bernada mengancam. Juga dengan gambar-gambar kekerasan yang disebabkan pesawatpesawat yang dibajak dihantamkan ke Menara Kembar WTC yang pernah mendominasi langit New York di AS. Potongan video itu sudah ditonton oleh lebih sembilan juta orang per Minggu. \

Trump mengakhiri video itu dengan kalimat: 11 September 2001 takkan terlupakan.

Sementara Omar dibela oleh para tokoh Demokrat, termasuk Beto O’Rourke, Kamala Harris, dan Alexandria Ocasio-Cortez, yang seperti Omar juga baru pertama kali menjadi anggota Kongres.

Para tokoh Demokrat itu menuduh Trump dan kubu Republik sengaja mengeluarkan pernyataan Omar dari konteksnya dan membahayakan nyawanya. “Presiden tidak berniat buruk dan tentu tidak memicu kekerasan terhadap siapa pun,” kata Sanders kepada ABC.

Ia menambahkan bahwa Trump kemungkinan sudah seharusnya mengkritik Omar karena sudah berkali-kali mengeluarkan komentar yang dianggap anti-Semit.

Sanders mengacu pada kontroversi sebelumnya yang dipicu oleh Omar. Yakni tatkala ia berbicara menentang pengaruh kelompo lobi Komisi Urusan Publik Israel Amerika dalam urusan politik AS.

Omar juga membela dirinya sendiri dengan mengeluarkan komentar pedas pada Sabtu via Twitter. “Tidak ada seorang pun, seberapa korup, ganjil, dan jahatnya dia yang dapat mengancam cinta luhur saya kepada Amerika. Saya bertekad untuk terus berjuang bagi kesetaraan seluruh rakyat Amerika dalam mencari kebahagiaan,” ujar Omar. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN