Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sedang bersepeda di Cape Henlopen State Park, pada 3 Juni 2021, di Lewes, Delaware. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sedang bersepeda di Cape Henlopen State Park, pada 3 Juni 2021, di Lewes, Delaware. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Gedung Putih-Gedung Capitol Sepakati Dana Infrastruktur

Sabtu, 26 Juni 2021 | 05:43 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (24/6) waktu setempat mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan para senator bipartisan untuk membangun kembali infrastruktur negara. Kesepakatan ini memungkinkan penggelontoran dana untuk membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, pelabuhan-pelabuhan dan broadband dalam beberapa dekade ke depan.

Namun negosiasi paket infrastruktur belum selesai dan pengajuan rencana ke Kongres baru saja dimulai.

“Para anggota parlemen telah bersatu dan membuat kesepakatan yang akan menciptakan jutaan lapangan kerja di Amerika, dan memodernisasi infrastruktur Amerika kami untuk bersaing dengan seluruh dunia dan memiliki abad ke-21,” ujar Biden di Gedung Putih, yang dikutip AFP.

Presiden dilaporkan duduk bersama para senator pada hari sebelumnya guna mengakhiri negosiasi menegangkan selama berminggu-minggu di gedung Capitol Hill. Yang mana Demokrat dan Republik telah sepakat mengenai besaran dan ruang lingkup pendanaan.

Biden sendiri memuji terobosan itu sebagai contoh cemerlang, tentang bagaimana AS dapat mencapai konsensus investasi besar ketika kedua belah pihak bekerja sama – yang pada dasarnya merupakan validasi dari seruannya kepada bipartisan terhadap aspek pemerintahan paling penting.

Ia juga menggambarkan kesepakatan tersebut ibarat pemecah kebekuan yang terlalu sering membuat kami membeku di tempat dan mencegah kami memecahkan masalah nyata yang dihadapi rakyat Amerika.

Menurut laporan, kesepakatan berhasil dicapai bersama pada Rabu (23/6) malam waktu setempat. Para senator menyatakan menyetujui paket anggaran sebesar US$ 973 miliar untuk lima tahun, di mana sekitar US$ 559 miliar perupakan pendanaan baru.

Biden menekankan bahwa rencana besar – yang mencakup investasi terbesar yang pernah ada di bidang jembatan dan transportasi umum AS – telah memenuhi persyaratannya untuk tidak menaikkan pajak bagi siapa pun yang berpenghasilan di bawah US$ 400.000 per tahun.

“Kami akan melakukan semuanya tanpa menaikkan satu sen pun dalam pajak baru,” katanya.

Sebaliknya, rencana yang akan dijalankan adalah meningkatkan penegakan hukum pajak yang ada untuk memulihkan pajak yang tidak dilaporkan dari warga Amerika yang lebih kaya.

“Tidak ada yang mendapatkan semua yang mereka inginkan dalam paket ini. Kami semua memberikan beberapa untuk mendapatkan beberapa karena apa yang kami lakukan adalah mengutamakan kebutuhan negara kami. Ini memang menunjukkan investasi bersejarah dalam infrastruktur negara kita,” ungkap Kyrsten Sinema, Senator Demokrat dari Arizona.

Senator Republik Bill Cassidy ikut mengamini dan menyebut RUU itu sebagai kemajuan besar.

“Akan ada jembatan di dekat Anda. Tidak segera, tidak besok, tidak tahun depan. Tapi kami sudah memulai prosesnya,” tambah dia.

Dua RUU

Sebagai informasi, Biden telah mengusulkan pakeT belanja infrastruktur senila sekitar US$2 triliun selama delapan tahun, termasuk pendanaan untuk beberapa agenda prioritasnya, seperti mitigasi perubahan iklim, tempat-tempat penitipan anak, sekolah, dan layanan sosial.

Partai Republik pun dengan tegas menentang penyertaan proyek semacam itu dalam kesepakatan. Menurut mereka proyek infrastruktur tradisional adalah jalan-jalan, bandara, atau internet broadband yang harus disertakan.

Tetapi para pemimpin Demokrat berkeras bahwa proyek infrastruktur manusia didanai di jalur kedua, yang dikenal sebagai rekonsiliasi anggaran. Rekonsiliasi ini dapat disahkan oleh 100 anggota Senat dengan mayoritas sederhana dibandingkan 60 suara yang diperlukan untuk memajukan undang-undang utama.

“Kami tidak akan membahas RUU di DPR sampai Senat mengesahkan RUU bipartisan dan RUU rekonsiliasi,” ujar Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Kamis pagi waktu setempat.

Pernyataan itu disambut riuh tepuk tangan dari kubu Demokrat progresif, termasuk anggota kongres Alexandria Ocasio-Cortez.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan pemungutan suara pertama pada RUU bipartisan harus diadakan pada Juli. Dia juga menambahkan, bahwa sementara dirinya didorong oleh kemajuan kelompok bipartisan, baik ia – dan Pelosi – tetap berkeras pada dua RUU yang beroperasi bersama-sama.

“Jika Senat akan bergerak maju dengan RUU infrastruktur bipartisan, kita harus bergerak maju pada resolusi anggaran juga,” tuturnya.

Biden menunjukkan dukungannya atas rencana itu. Bahkan dia akan bekerja untuk memastikan bahwa keduanya bergerak melalui proses legislatif segera, dan bersama-sama. Jika keduanya (RUU) tidak mencapai mejanya, dia tidak akan menandatangani salah satu dari kedua RUU itu menjadi undang-undang.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN