Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Office (CEO) Google, Sundar Pichai. ( Foto: AFP / Tobias SCHWARZ )

Chief Executive Office (CEO) Google, Sundar Pichai. ( Foto: AFP / Tobias SCHWARZ )

Google Investasi US$ 10 M di India

Selasa, 14 Juli 2020 | 08:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW DELHI, investor.id – Google mengatakan akan berinvestasi US$ 10 miliar di India selama lima hingga tujuh tahun ke depan untuk melawan para pesaingnya, seperti Facebook dan Amazon, di pasar yang memiliki 1,3 miliar konsumen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Sundar Pichai dalam acara virtual Google di India pada Senin (13/7). Menurut Pichai, dana ini akan membantu mempercepat ekonomi digital India, serta mencakup investasi di perusahaan-perusahaan lokal, dan infrastruktur yang bergerak di bidang-bidang seperti pembayaran digital, pendidikan dan kesehatan.

“Tidak dipertanyakan lagi bahwa kita sedang menghadapi saat sulit pada hari ini, di India dan di seluruh dunia. Tantangan ganda bagi kesehatan kita dan ekonomi kita telah memaksa kita untuk memikirkan kembali bagaimana kita bekerja dan bagaimana kita hidup. Tetapi masa-masa tantangan dapat mengarah pada momen inovasi yang luar biasa,” ujar pria kelahiran India itu, dikutip dari transkrip pernyataan yang dirilis oleh raksasa mesin pencari asal Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan, perusahaan-perusahaan asing telah menghabiskan puluhan miliar dolar di India dalam beberapa tahun terakhir demi meraih peluang ekonomi dalam digital raksasa Asia yang sedang berkembang.

Ini termasuk, khusus tahun ini, investasi sekitar US$ 16 miliar dari Facebook, Intel dan lainnya dalam saham di unit layanan digital Jio, yang dikendalikan oleh orang terkaya di Asia Mukesh Ambani.

Pichai sendiri telah memberi tahu Perdana Menteri Narendra Modi, pada Senin, mengenai rencananya. Tetapi pernyataan dari pemerintah menunjukkan bahwa Modi menyatakan kekhawatiran soal keamanan data dan privasi.

“Modi mengatakan bahwa perusahaan teknologi perlu berupaya menjembatani defisit kepercayaan,” demikian bunyi pernyataan itu.

Sebagai informasi, pada awal bulan ini Pemerintah India telah melarang 59 aplikasi telepon seluler (ponsel) asal Tiongkok, termasuk TikTok yang sangat populer, menyusul kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan telah menyerahkan data pengguna kepada Pemerintah Tiongkok.

Langkah itu diambil di tengah memburuknya hubungan yang dramatis dengan Negeri Tirai Bambu karena ketegangan di perbatasan Himalaya yang disengketakan, pada 15 Juni sehingga berdampak pada tewasnya 20 tentara India. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN