Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga mengambil foto letusan freatik dari erupsi gunung berapi Taal,  yang terlihat dari kota Tagaytay di provinsi Cavite, barat daya Manila, pada 12 Januari 2020. ( Foto: Bullit MARQUEZ / AFP )

Warga mengambil foto letusan freatik dari erupsi gunung berapi Taal, yang terlihat dari kota Tagaytay di provinsi Cavite, barat daya Manila, pada 12 Januari 2020. ( Foto: Bullit MARQUEZ / AFP )

Gunung Api di Filipina Erupsi

Grace Eldora, Selasa, 14 Januari 2020 | 07:35 WIB

TALISAY, investor.id - Lava dan abu vulkanik disertai kilatan petir, menyembur dari gunung berapi Taal yang berada di bagian selatan ibukota Filipina, Manila pada Senin (13/1). Letusan tersebut menghentikan ratusan penerbangan karena pihak berwenang memperingatkan kemungkinan adanya letusan eksplosif.

Pasir halus menutupi pohon dan mengubah jalan menjadi berlumpur di wilayah sekitar gunung berapi Taal. Gunung meletus pada Minggu (12/1) dan membuat lebih dari 20.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi, kata gubernur provinsi.

Ahli geologi mengatakan gunung berapi itu tetap aktif, menyemburkan lahar panas, sekitar 500 meter (m) ke udara dari retakan baru yang terbuka di sisi utara. Retakan terjadi saat gempa yang menyertainya mengguncang daerah tersebut.

"Kami benar-benar takut dengan apa yang mungkin terjadi pada kami, rumah kami akan runtuh karena gempa bumi yang kuat dan kami semua terbunuh oleh puing jatuh. Siapa yang tidak takut? Itu sebabnya saya memutuskan mengirim keluarga saya ke pusat evakuasi," kata Bienvenido Musa (56 tahun), Senin.

Gunung Taal adalah objek wisata yang terletak di danau, namun juga merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina dengan gempa bumi dan letusan menjadi bagian kehidupan yang menakutkan dan merusak.

Adapun Filipina berada di zona Cincin Api Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan jauh di bawah permukaan bumi. Sekolah-sekolah di wilayah sekitar Taal, beberapa kantor pemerintah di Manila, dan Bursa Efek Filipina ditutup karena pihak berwenang mengeluarkan peringatan agar tidak menghirup abu vulkanik.

Toko-toko dengan cepat menjual masker debu, yang menurut pejabat kesehatan dapat membantu melindungi dari kemungkinan efek berbahaya dari jelaga seperti bubuk. "Saya hanya akan tinggal di rumah dan mengikatkan saputangan di wajah saya. Saya pikir tidak apa-apa," tutur Menchie Claveria, salah satu warga Manila, setelah berusaha membeli masker.

Operasi penerbangan terbatas dilanjutkan tengah hari Senin di Bandar Udara Internasional utama Manila, hampir sehari setelah pihak berwenang menghentikan penerbangan. Pemerintah menimbang risiko keselamatan abu vulkanik yang ditimbulkan oleh pesawat.

Namun, para pelancong yang memesan lebih dari 240 penerbangan yang dibatalkan masih mengalami penundaan di Bandara Internasional Ninoy Aquino. "Saya kecewa karena (penundaan) ini berarti biaya tambahan untuk saya dan melelahkan untuk menunggu. Tapi tidak ada yang bisa kita lakukan," ujar Joan Diocaras (28 tahun), wisatawan Filipina yang bekerja di Taiwan.

Petugas penyelamat membantu memasukkan anak-anak ke dalam truk untuk diungsikan  ke tempat yang aman di kota Talisay, provinsi Batangas selatan Manila, Filipina pada 13 Januari 2020. ( Foto: Ted ALJIBE / AFP )
Petugas penyelamat membantu memasukkan anak-anak ke dalam truk untuk diungsikan ke tempat yang aman di kota Talisay, provinsi Batangas selatan Manila, Filipina pada 13 Januari 2020. ( Foto: Ted ALJIBE / AFP )

Level Peringatan Dinaikkan

Letusan dimulai dengan ledakan uap dan batu yang panas. Tetapi pada awal Senin air mancur lava telah terlihat di Taal, menurut laporan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs). Pertunjukan kilat menakjubkan terlihat di puncak gunung berapi dalam fenomena yang sedikit dipahami terkait dengan listrik statis.

Pihak berwenang menaikkan tingkat siaga gunung berapi ke level tertinggi kedua pada Minggu (12/1). Dikatakan, letusan eksplosif bisa terjadi dalam berjam-jam hingga berhari-hari. Kepala Phivolcs Renato Solidum mengatakan kepada AFP, lava adalah bukti pergerakan baru di gunung berapi. Tetapi tidak jelas apakah Gunung Taal akan mempertahankan aktivitasnya.

Selain dari abu vulkanik, sejumlah partikel berdiameter 6,4 cm atau lebih besar dari bola golf dilaporkan jatuh di daerah sekitar danau, menurut laporan Phivolcs.

Solidum menjelaskan, letusan terakhir Gunung Taal terjadi pada 1977. Dua tahun lalu, Gunung Mayon menggusur puluhan ribu orang setelah memuntahkan jutaan ton abu vulkanik, batu, dan lava di wilayah Bicol tengah.

Ledakan paling kuat dalam beberapa tahun terakhir adalah letusan Gunung Pinatubo pada 1991, sekitar 100 kilometer (km) barat laut Manila yang menewaskan lebih dari 800 orang. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN