Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, AS. (FOTO: JOHANNES EISELE / AFP)

Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, AS. (FOTO: JOHANNES EISELE / AFP)

Hampir 20% Direktur Keuangan AS Merasa Negara Sudah Resesi

Jumat, 30 September 2022 | 11:22 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Hasil survei kuartalan CNBC CFO Council yang dirilis pada acara Delivering Alpha Investor Summit di New York City pada Rabu (28/9) waktu setempat menunjukkan para chief financial officer (CFO) menilai laju inflasi di AS belum mencapai puncaknya. Mereka juga berlainan pendapat tentang potensi resesi ekonomi di AS dan hampir seperlima CFO merasa negara saat ini sudah resesi.

Sebanyak 57% CFO mengatakan inflasi belum memuncak. Lebih dari seperempat mereka mengatakan inflasi adalah faktor risiko luar terbesar bagi kegiatan bisnis. Tapi angka ini turun dari 40% pada kuartal sebelumnya.

“Kita sudah terbiasa dengan inflasi 2% selama 25 tahun terakhir, dan sekarang harus rela menerima kenyataan bahwa inflasi tidak akan kembali ke 2% dalam waktu dekat,” kata David Rubenstein, pendiri dan chairman Carlyle Group, seperti dikutip CNBC.

Baca Juga: S&P Global: Inggris Sudah Di Tengah Resesi

Ia menambahkan proses untuk menurunkan laju inflasi itu bakalan selama yang dilakukan Paul Volcker, gubernur bank sentral AS di era 70-80-an.

“Inflasi sebesar ini akan tetap bertahan,” ujar Mary Callahan Erdoes, CEO JPMorgan Asset and Wealth Management.

Survei tersebut menjadi sampel tentang prospek saat ini di mata para direktur keuangan perusahaan-persahaan AS. Survei dilakukan terhadap 21 CFO perusahaan besar antara 12-27 September 2022.

Baca Juga: WTO Ingatkan Dunia Sedang Menuju Resesi

Para eksekutif perusahaan-perusahaan besar juga sudah berbagi pandangannya tentang inflasi dalam beberapa pekan terakhir. CEO Costco Craig Jelinek mengatakan, laju inflasi sekarang akan bertahan enam bulan hingga satu tahun ke depan. Baru setelah itu akan mulai turun.

Sementara CEO Unilever Alan Jope mengatakan biaya-biaya utama belum menunjukkan penurunan. Sehingga optimisme awal bahwa inflasi sudah memuncak itu ternyata keliru.

The Federal Reserve (The Fed) pada 21 September 2022 menaikkan lagi suku bunga acuan 75 basis poin. Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan ekspektasi awal bahwa inflasi akan mulai menurun belum menjadi kenyataan.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Masukan Permasalahan Potensi Resesi dalam Penyusunan Leaders Declaration G20

Atas dasar ini, para CFO juga berbagi pandangan dan berlainan tentang potensi resesi ekonomi di AS.

Sebanyak 48% CFO memperkirakan resesi terjadi pada semester pertama 2023. Persentase ini turun dari survei sebelumnya tatkala 68% responden menyebut resesi mulai terjadi pada dua kuartal pertama tahun depan.

Sebanyak 19% CFO sekarang memperkirakan resesi bisa terjadi di kuartal empat tahun ini, naik dari 13% pada kuartal sebelumnya. Sebanyak 19% CFO juga bahkan beranggapan bahwa AS sekarang sudah resesi. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com