Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
instalasi gas alam

instalasi gas alam

Harga Gas Alam Melonjak ke Rekor Tertinggi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 06:18 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Harga gas di Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran permintaan yang tidak terkendali untuk musim dingin yang akan datang di belahan bumi utara.

Harga gas acuan Eropa TTF Belanda mencapai 162,12 euro per megawatt per jam (MWh) dan harga Inggris melonjak ke 407,82 pence per therm (setara 1.194,91 MWh) dalam transaksi pagi. Namun, harga kemudian berbalik karena kekhawatiran atas masalah pasokan sedikit mereda.

"Ini kepanikan dan ketakutan dengan musim dingin yang akan segera tiba," kata analis Commerzbank Carsten Fritsch kepada AFP, Kamis (7/10).

Melonjaknya harga gas, ditambah dengan minyak yang telah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun, telah memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi dan meroketnya tagihan energi domestik.

Permintaan gas juga meningkat di Asia, terutama dari Tiongkok, sementara ekspor utama Rusia turun. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada Rabu (6/10) bahwa Eropa yang harus disalahkan atas krisis energi saat ini. Sebelumnya, lonjakan harga gas memicu tuduhan bahwa pemerintah Rusia menahan pasokan untuk menekan negara-negara Barat.

"Mereka telah membuat kesalahan," kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan pejabat-pejabat energi Rusia.

Dia mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi harga adalah pemutusan kontrak jangka panjang untuk mendukung pasar spot. Adapun pasar spot merupakan tempat perdagangan untuk instrumen keuangan seperti komoditas, mata uang, dan sekuritas yang dilakukan secara langsung di tempat transaksi.

Sejumlah kritikus menuduh pemerintah Rusia sengaja membatasi pasokan gas ke Eropa dalam upaya mempercepat peluncuran Nord Stream 2, saluran pipa kontroversial yang menghubungkan Rusia dengan Jerman. Pada saat yang sama, stok gas global tetap sangat rendah.

"Harga gas alam telah naik ke puncak baru karena tingkat persediaan yang tidak mencukupi menjelang musim dingin, mendorong kekhawatiran akan lonjakan inflasi dan harga energi bagi konsumen," papar analis XTB Walid Koudmani kepada AFP.

Krisis energi Eropa juga diperburuk oleh kurangnya angin untuk lokasi turbin, ditambah dengan pemadaman penggunaan nuklir yang sedang berlangsung, dan penutupan tambang batu bara oleh pemerintah yang sadar iklim.

Permintaan gas juga melonjak lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir karena kegiatan ekonomi dibuka kembali di seluruh dunia, setelah pandemi Covid-19 mereda.

"Rebound dalam aktivitas industri di seluruh dunia setelah berbulan-bulan pembatasan terkait Covid-19 dan kerja jarak jauh yang meluas mendorong permintaan gas alam," kata ekonom UniCredit Edoardo Campanella.

Harga gas berjangka Eropa kini telah dikalikan delapan sejak April 2021. Sementara itu, pasar diatur untuk menembak lebih tinggi, menurut bank Prancis Societe Generale.

"Belum pernah harga listrik naik sejauh ini, begitu cepat. Dan kita hanya beberapa hari memasuki musim gugur, suhu masih ringan," tulis analis Societe Generale dalam catatan risetnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN