Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi barista kopi. ( Foto: workmate.asia )

Ilustrasi barista kopi. ( Foto: workmate.asia )

Harga Kopi Masih Tinggi Hingga 2022

Jumat, 17 September 2021 | 07:05 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Lembaga konsultan Fitch Solutions menyampaikan bahwa harga kopi relatif masih tinggi hingga 2022 akibat keterbatasan pasokan kopi global yang dipicu oleh penerapan aturan karantina (lockdown) terkait pandemi Covid-19 di Vietnam, Brasil dan Kolombia.

Menurut laporan Fitch Solutions, Vietnam – yang berada di kawasan Asia Tenggara itu – merupakan pengekspor kopi terbesar kedua di dunia, dan saat ini ini sedang berjuang melawan wabah Covid-19 terburuk sejak awal pandemi. Alhasil, penerapan karantina di pusat ekspor kopi, di daerah Ho Chi Minh City telah memengaruhi pengiriman kopi dan barang-barang lainnya ke luar negeri.

Dikutip Reuters dari data bea cukai, angka ekspor kopi Vietnam pada Agustus mengalami penurunan 8,7%, dibandingkan Juli, menjadi 111.697 ton. Kemudian pada Januari dan Agustus, Vietnam hanya mengekspor 1,1 juta ton kopi atau 6,4% lebih rendah daripada tahun lalu. Namun, pendapatan ekspor kopi naik 2% menjadi sekitar US$ 2 miliar.

Penurunan ekspor Vietnam dan kemerosotan produksi di produsen kopi utama lainnya telah mendongkrak harga kopi global. Menurut data Refinitiv, tolok ukur kopi arabika berjangka pada tahun ini telah melonjak sekitar 45,8%. Sedangkan acuan kopi robusta berjangka telah melonjak 52,2%,

Selain kendala dari Vietnam, Brasil – sebagai produsen kopi terbesar di dunia – juga sedang mengalami gelombang dingin dan kekeringan yang merusak tanaman kopi. Cuaca buruk turut memengaruhi panen kopi di Kolombia, dan ini diperparah dengan kemunculan varian baru virus corona Covid-19 “Mu” yang menyebabkan pembatasan berkepanjangan serta kekurangan tenaga kerja yang memperburuk produksi. Demikian laporan Fitch Solutions pekan lalu.

“Pada saat yang sama, kami berpikir bahwa permintaan, setidaknya di Eropa dan AS, akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena pencabutan pembatasan Covid-19 yang memungkinkan kedai-kedai kopi untuk dibuka kembali,” kata laporan itu yang dikutip CNBC.

Prospek Kopi

Fitch Solutions telah menaikkan perkiraan 2021 untuk harga rata-rata kopi arabika dari US$ 1,35 per pon menjadi US$ 1,60 per pon. Lembaga konsultan itu juga merevisi naik proyeksi 2022 dari US$ 1,25 per pon menjadi US$ 1,50 per pon.

“Pembatasan Covid dapat segera dicabut secara bertahap, sehingga gangguan pada ekspor kopi Vietnam kemungkinan hanya berlangsung singkat. Produksi kopi Brasil juga harus bangkit kembali cukup cepat, asalkan cuaca buruk tidak kembali,” ungkap Fitch Solutions.

Dengan begitu proyeksi Fitch Solutions berarti bahwa pasokan kopi global dapat mulai pulih pada musim 2022-2023, dengan harga rerata untuk arabika turun menjadi US$ 1,20 per pon pada 2023.

“Skema bantuan pemerintah yang sedang berlangsung akan mendukung produksi di banyak produsen kopi utama Amerika Latin dan Asia, termasuk Kolombia dan Vietnam. Dan pada saat yang sama, pertumbuhan konsumsi memuncak di banyak konsumen utama, seperti 27 negara UE dan Jepang,” kata Fitch Solutions.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN