Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Polisi antihuru-hara berjaga di depan seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong, Jumat, 22 Mei 2020. Yang lainnya didenda karena melanggar aturan jaga jarak sosial. RUU keamanan nasional baru untuk Hong Kong membuat pasar saham Hong Kong dan global anjlok. (Foto: Anthony WALLACE / AFP)

Polisi antihuru-hara berjaga di depan seorang pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong, Jumat, 22 Mei 2020. Yang lainnya didenda karena melanggar aturan jaga jarak sosial. RUU keamanan nasional baru untuk Hong Kong membuat pasar saham Hong Kong dan global anjlok. (Foto: Anthony WALLACE / AFP)

Akibat RUU Keamanan Nasional Tiongkok

Hong Kong Pimpin Aksi Jual Saham Global

Iwan Subarkah Nurdiawan, Jumat, 22 Mei 2020 | 16:23 WIB

HONG KONG, Investor – Hong Kong memimpin aksi jual saham global pada Jumat, 22 Mei 2020, setelah penguasa Tiongkok memperkenalkan rancangan undang-undang keamanan nasional untuk kota semi-otonom tersebut. Keputusan ini memanaskan ketegangan geopolitik dan menutupi optimisme yang mengiringi pelonggaran pembatasan terkait Covid-19 di seluruh Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Pada hari pertama Kongres Rakyat Nasional di Balai Besar Rakyat, Beijing, Pemerintah Tiongkok mengumumkan rancangan mekanisme-mekanisme penegakkan hukum di Hong Kong.

Setelah berbulan-bulan lamanya pada tahun lalu diguncang oleh aksi demonstrasi pro-demokrasi, rencana tersebut memicu peringatan bahwa nasib Hong Kong segera berakhir. Aksi-aksi unjuk rasa juga dapat berkobar lagi, di kota yang ekonominya sudah terpuruk dan sekarang diperparah dengan dampak virus corona Covid-19.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyebut langkah tersebut akan merusak stabilitas dan sudah pasti akan dikecam masyarakat internasional.

Akibatnya, saham-saham di Hong Kong ditutup anjlok lebih dari 5%. Saham-saham finansial dan properti paling terdampak.

“Kerusuhan dan jalanan dan ambruknya pasar real estat adalah hal terakhir yang dikhawatirkan Hong Kong, karena rancangan keamanan nasional yang otoritarian ini hampir pasti akan merobohkan status (kota) sebagai pusat perbankan global,” ujar Stephen Innes, analis AxiCorp, seperti dikutip AFP.

David Riley, kepala strategi investasi BlueBay Asset Management LLP mengatakan kepada Bloomberg TV, risiko-risiko geopolitik tidak dapat diremehkan. “Ini mencemaskan pasar dan berpotensi menjadi sumber pelemahan dan koreksi,” kata dia.

Alhasil, indeks saham Tokyo ditutup turun 0,8%. Sedangkan Shanghai, Seoul, Taipei, Bangkok, Manila, dan Mumbai ditutup turun lebih dari 1%.

Singapura anjlok 2,3% dan Sydney melemah 1%, serta Wellington turun 0,6%. Pada awal perdagangan di Eropa, indeks London, Paris, dan Frankfurt melemah lebih dari 1%.


 

Sumber : AFP

BAGIKAN