Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, Alexandre De Juniac. ( Foto: Fabrice Coffrini / AFP / Getty Images )

Chief Executive Officer (CEO) Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, Alexandre De Juniac. ( Foto: Fabrice Coffrini / AFP / Getty Images )

IATA Minta Tes Covid-19 untuk Seluruh Penerbangan Internasional

Rabu, 23 September 2020 | 07:33 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Maskapai penerbangan dari seluruh dunia pada Selasa (22/9) meminta agar seluruh penumpang penerbangan internasional menjalani tes Covid-19 di bandara sebelum naik pesawat. Usulan ini untuk menggantikan wajib karantina di negara tujuan, yang dipersalahkan para maskapai semakin memperburuk anjloknya jumlah perjalanan udara di seluruh dunia.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, dalam konferensi pers online dari markasnya di Paris, Prancis, tes antigen cepat dan terjangkau serta dapat dilakukan oleh staf non-medis dapat mulai tersedia dalam beberapa pekan ke depan. Tapi implementasinya harus berdasarkan standar-standar yang disetujui secara global.

“Kami melihat tidak ada lagi solusi alternatif yang lebih efektif dan juga tidak memberatkan,” ujar Dirjen IATA Alexandre de Juniac.

Sejumlah maskapai di seluruh dunia sudah berjatuhan akibat pandemi virus corona Covid-19. Situasinya semakin menekan para pemerintah, untuk menemukan alternatif-alternatif dari kebijakan pembatasan perjalanan yang tanpa kecuali. Pembatasan ini masih menghambat pemulihan lalu lintas perjalanan udara.

Sementara Eropa kembali menjalankan pembatasan-pembatasan pergerakan, karena munculnya lonjakan kasus baru Covid-19.

De Juniac mengatakan, tes antigen cepat dapat dilakukan dengan biaya US$ 7. Para maskapai, tambah dia, akan mengupayakan agar mendapatkan dukungan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organisation (ICAO). Karena badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini yang mengatur aturan-aturan penerbangan global.

IATA meyakini produksi antigen tersebut dapat dengan cepat ditingkatkan menjadi jutaan per hari. Dan tes dapat dilakukan antara akhir Oktober hingga akhir tahun. “Sehingga akan menjadi bagian dari upaya penyelamatan selama musim dingin,” kata De Juniac, kepada Reuters TV.

Namun ia menambahkan perlu ada persetujuan global untuk menjamin hasil uji sebelum penerbangan itu dapat diterima oleh seluruh negara tujuan.

“Dan ini akan menaikkan kepercayaan diri para penumpang bahwa semua orang yang satu pesawat sudah dites,” kata dia.

Tes antigen dapat dilakukan lebih cepat tapi lebih mungkin untuk lolos kasus positif virus tersebut, dibandingkan tes diagnostik molekuler yang dilakukan di laboratorium.

Di antara perusahaan yang memasarkan tes baru ini, yakni perusahaan spesialis diagnostik Jerman Qiagen, pada awal bulan ini mengumumkan rencana peluncuran tes antigen Covid-19. Yang hasilnya dapat diketahui dalam waktu 15 menit dan dapat diterapkan di bandara atau di stadion-stadion. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN