Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 27 Maret 2020 menunjukkan eksterior gedung Dana Moneter Internasional (IMF), dengan logo IMG, di Washington, DC, Amerika Serikat (AS). ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

Foto yang diambil pada 27 Maret 2020 menunjukkan eksterior gedung Dana Moneter Internasional (IMF), dengan logo IMG, di Washington, DC, Amerika Serikat (AS). ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Tiongkok

Sabtu, 9 Januari 2021 | 07:21 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Dana Moneter Internasional atau IMF pada Jumat (8/1) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk 2021 menjadi 7,9%. Turun dari prediksi sebelumnya yang sebesar 8,2%, walau Tiongkok tetap akan menjadi satu-satunya negara ekonomi besar yang mencatatkan ekspansi di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Ekonomi Tiongkok bangkit sejak mencatatkan rekor kontraksi pada tiga bulan pertama 2020. Karena penerapan karantina besar-besaran dan penutupan pabrik-pabrik untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Tapi jika pertumbuhan 1,9% sepanjang 2020 terkonfirmasi, dan angka itu juga dipertahankan oleh IMF, akan menjadi yang terburuk sejak 1976. Atau pada tepat sebelum dimulainya era reformasi ekonomi Tiongkok.

“Ekonomi Tiongkok terus menunjukkan pemulihan yang cepat dari pandemi ini. Didorong oleh kuatnya komitmen dan langkah-langkah cepat kebijakan untuk memitigasi dampak dari krisis. Walaupun begitu, pertumbuhannya masih belum berimbang lantaran pemulihan masih sangat bergantung pada dukungan belanja publik, sedangkan konsumsi swasta masih tertinggal,” kata IMF.

Karena menambah belanja untuk mendukung pemulihan ekonomi, defisit anggaran pemerintah Tiongkok diperkirakan naik menjadi 18,2% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2020. Dibandingkan 12,6% PDB pada tahun sebelumnya.

IMF menyatakan bahwa ekonomi Tiongkok sedang menyesuaikan diri dengan situasi normal baru. Dengan dukungan dari teknologi dan digitalisasi layanan-layanan. Tapi kegiatan ekonomi diperkirakan tetap di bawah kapasitas dalam jangka menengah.

Beberapa sektor di perekonomian Tiongkok, dari pariwisata dan makanan minuman masih terdampak langkah-langkah pembatasan terkait Covid-19.

“Hingga akhir 2021, beberapa pembatasan dan jaga jarak akan terus menghambat kegiatan jasa secara langsung,” kata IMF.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN