Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi berfoto bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kanan) dalam pertemuan bilateral di London, pada 14 Oktober 2020. ( Foto: Kemlu.go.id )

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi berfoto bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (kanan) dalam pertemuan bilateral di London, pada 14 Oktober 2020. ( Foto: Kemlu.go.id )

Indonesia Amankan 100 Juta Dosis Vaksin dari AstraZeneca

Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:19 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mengamankan kesepakatan dengan perusahaan farmasi AstraZeneca untuk penyediaan 100 juta vaksin pada tahun depan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan pada Rabu (14/10), kedua pihak telah melakukan penandatanganan letter of intent (LoI) tentang itu di London, Inggris.

Kesepakatan dilakukan di tengah kunjungan Menlu bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan perwakilan Kementerian Kesehatan ke London. Retno mengatakan, perusahaan yang berbasis di London, Inggris tersebut menyambut baik permintaan pemerintah.

“Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk 2021,” ia mengatakan dalam konferensi pers virtual dari London, Rabu (14/10).

Menurutnya, pengiriman pertama vaksin akan dilakukan secara bertahap, dimulai pada paruh pertama 2021. Adapun kandidat vaksin yang dikembangkan AstraZeneca telah memasuki uji klinis tahap tiga yang merupakan tahap akhir, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara platform yang digunakan oleh perusahaan tersebut adalah non replicating viral vector.

Menlu menegaskan, pemerintah menekankan pentingnya faktor keamanan dan efikasi, termasuk berbagi informasi mengenai hasil uji klinis tahap satu dan tahap dua yang sudah dilakukan perusahaan.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati suplai vaksin dengan sejumlah perusahaan farmasi lainnya. Pada Agustus, pemerintah memulai uji coba pada manusia terhadap kandidat vaksin yang diproduksi oleh Sinovac Biotech berbasis Tiongkok. Sekitar 1.600 relawan mengambil bagian dalam studi enam bulan tersebut.

Di samping itu, pemerintah juga mengamankan kesepakatan dengan Sinopharm dan G42 dengan total lebih dari 260 juta dosis. Menlu juga dijadwalkan pergi ke Bern dan Jenewa, Swiss, sebagai bagian dari upaya negara untuk mendapatkan perjanjian dosis vaksin.

Jajaran menteri juga akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI), untuk membahas kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero).

Kandidat vaksin untuk virus corona Covid-19 hasil pengembangan AstraZeneca, produsen farmasi Inggris. ( Foto: DADO RUVIC / REUTERS )
Kandidat vaksin untuk virus corona Covid-19 hasil pengembangan AstraZeneca, produsen farmasi Inggris. ( Foto: DADO RUVIC / REUTERS )

Akses yang Sama

Retno dalam wawancara lain menjelaskan, negara-negara berkembang harus memiliki akses yang sama di masa depan untuk vaksin Covid-19, karena negara-negara kaya telah meraup miliaran dosis. Menurut dia, sangat penting bagi negara kaya maupun miskin untuk bekerja sama, sehingga dapat menjamin kesetaraan akses ke vaksin yang aman dan terjangkau.

"Bisakah Anda bayangkan jika kebanyakan vaksin masuk ke negara maju? Bagaimana nasib negara-negara berkembang?" tanyanya, kepada AFP.

Komentar Marsudi mengikuti laporan Oxfam bulan lalu, menemukan sekelompok negara kaya yang mewakili 13% dari populasi global telah membeli lebih dari setengah dari total dosis vaksin Covid-19 yang dijanjikan di masa depan.

Rombongan Menlu berangkat ke London pada Senin (12/10). Tujuannya memastikan komitmen dari sumber yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19. Menlu juga menemui Menlu Inggris Dominic Raab, membahas kerja sama pengembangan vaksin virus corona, disamping membahas isu hubungan bilateral.

"Menlu kami (Inggris) bertemu dengan Menlu Retno Marsudi, membahas kerja sama internasional untuk menemukan vaksin Covid-19, penguatan hubungan bilateral antara Kerajaan Inggris Raya dan Indonesia, penanggulangan perubahan iklim, dan upaya Kerajaan Inggris Raya untuk menjadi mitra dialog dengan Asean," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris lewat pernyataan resminya.

Dalam isu vaksin, Raab menekankan komitmen pemerintah Inggris tekait akses global ke vaksin, termasuk menyampaikan pengumuman baru dana bantuan senilai 500 juta poundsterling untuk COVAX Advance Market Commitment.

"COVAX Advance Market Commitment merupakan fasilitas untuk membantu 92 negara termiskin di dunia untuk mendapatkan akses terhadap vaksin virus corona," tuturnya.

Mitra Dialog

Selain itu, kedua menteri juga membahas upaya pemerintah Inggris menjadi salah satu mitra dialog Asean. Tujuannya memperdalam kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam bidang keamanan, perdagangan, dan lingkungan.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan, pihaknya senang dengan kerja sama kedua negara yang makin erat terutama dalam bidang kesehatan. Menurutnya, inovasi telah membuka jalan untuk penguatan kerja sama.

"Inggris dan Indonesia telah memperjelas suatu fakta penting, tidak ada yang aman sampai semua orang aman dari Covid-19, sehingga vaksin harus dapat diakses dan terjangkau untuk semua negara. Saya senang melihat upaya Indonesia untuk bekerja sama dengan para ilmuwan terkemuka dunia dari Imperial College London dan menjadi tuan rumah uji klinis," tukasnya.

Kerja sama itu, tambah Jenkins, dibangun di atas hubungan yang sudah kuat antara peneliti Indonesia dan Kerajaan Inggris Raya, melalui program seperti Newton Fund. “Bersama-sama kita bisa dan sedang membuat kemajuan," pungkasnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN