Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chairman dan Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam (Chamber of Commerce and Industry/VCCI) Dr. Vu Tien Loc. ( Foto: Investor Daily / virtual.indopacificbusinessforum.com )

Chairman dan Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam (Chamber of Commerce and Industry/VCCI) Dr. Vu Tien Loc. ( Foto: Investor Daily / virtual.indopacificbusinessforum.com )

Indo-Pacific Business Forum 2020

Indo-Pasifik Didorong Jadi Kawasan Bebas dan Terbuka

Jumat, 30 Oktober 2020 | 08:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HANOI, investor.id – Indo-Pasific Busines Forum (IPBF) pada 28-29 Oktober 2020 di Hanoi yang menjadi gelaran ketiga kalinya bertujuan mendorong cita-cita Indo-Pasifik sebagai kawasan yang bebas dan terbuka. IPBF tahun ini juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Vietnam.

Pemilihan waktu pelaksanaan IPBF dianggap memiliki tantangan tersendiri karena dilakukan di tengah kondisi pandemi virus corona Covid-19, dan pemilihan presiden (AS) pada 3 November, yang bakal menyita perhatian publik dalam beberapa hari mendatang.

Meski demikian, penyelenggaraan IPBF ketiga ini harus dimanfaatkan AS dan Vietnam, serta negara-negara di kawasan Indo-Pasifik untuk memperkuat dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang.

Selain dengan Vietnam, Badan Perdagangan dan Pegembangan Amerika Serikat (Trade and Development Agency/USTDA) – yang mensponsori kegiatan IPBF 2020 – juga mengumumkan penyelesaian komitmen baru, dan meluncurkan serangkaian inisiatif yang akan memperdalam hubungan ekonomi antara AS dan kawasan Indo-Pasifik. Proyek-proyek baru tersebut menjangkau sektor energi, perawatan kesehatan, TIK, dan transportasi di delapan negara di kawasan ini.

“Tahun ini bertepatan dengan 25 tahun kemitraan bilateral AS-Vietnam. Kami sangat percaya bahwa AS dan kawasan indo-pasifik lainnya juga akan terus memainkan peran penting bagi perjalanan Vietnam untuk menjadi negara maju dalam 25 tahun mendatang. Saya merasa senang bahwa kita akan membahas investasi, infrastruktur,dan energi, sekaligus merayakan 25 tahun hubungan diplomasi AS-Vietnam. Kami sangat berkomitmen dengan tpik-topik ini dalam beberapa tahun mendatang untuk terus berkontribusi menjadikan indo-pasifik sebagai kawasan yang terbuka dan bebas,” ujar Chairman dan Presiden Kamar Dagang dan Industri Vietnam (Chamber of Commerce and Industry/VCCI) Dr. Vu Tien Loc dalam pidato pembukaan IPBF pada Rabu (28/10) yang digelar secara virtual.

Wakil Perdana Menteri Pham Binh Minh mengatakan, bahwa Vietnam dan Amerika Serikat telah menjadi mitra penting di bidang ekonomi. Selama empat tahun terakhir, hubungan perdagangan kedua negara dilaporkan terus berkembang. Bahkan, sejumlah permasalahan akses pasar telah diselesaikan secara tepat waktu dan efektif, sehingga menghasilkan penandatanganan kontrak-kontrak bernilai puluhan miliar dolar.

Minh juga menyampaikan harapannya bahwa pada peringatan 25 tahun hubungan diplomatik AS-Vietnam, kedua negara akan terus menuju masa depan yang lebih cerah.

“Vietnam sangat mementingkan peran AS dalam pembangunan ekonomi kawasan dan menyerukan agar Amerika Serikat terus mempromosikan kerja sama dan investasi di negara-negara kawasan. Hingga saat ini, investor AS telah berpartisipasi dalam sekitar 20 industri di Vietnam dengan total investasi menempati peringkat ke-11 di antara negara-negara dengan investasi terbesar di Vietnam, dengan proyek-proyek besar perusahaan nama-nama, seperti Murphy Oil, Chevron, Intel, Nike, Coca Cola, Procter and Gamble,” katanya.

Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bidang Internasional Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) Myron Brilliant. ( Foto: Investor Daily / virtual.indopacificbusinessforum.com )
Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bidang Internasional Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) Myron Brilliant. ( Foto: Investor Daily / virtual.indopacificbusinessforum.com )

Dukung Kawasan Indo-Pasifik

Menyinggung soal pemilihan presiden AS, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Bidang Internasional Kamar Dagang AS Myron Brilliant menegaskan bahwa terlepas dari hasil pemilihan presiden dan siapa pun yang akan menjadi presiden AS berikutnya, Kamar Dagang AS akan terus melanjutkan hubungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

“Kawasan ini akan tetap menjadi bagian penting ekonomi AS, dan menjadi prioritas. Saya yakin, siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden, Pemerintah AS akan tetap fokus untuk memperkuat dan memperdalam hubungan dengan kawasan Indo-Pasifik,” kata Brilliant lewat telekonferensi.

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, bahwa tidak ada lembaga yang lebih baik selain sektor swasta Amerika bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik. Pasalnya, perusahaan-perusahaan Amerika selali mematuhi aturan hukum dan transparan, serta memiliki standar-standar kualitas yang sangat tinggi untuk produk-produknya.

“Saya katakan hal ini karena berlawanan dengan perusahaan-perusahaan yang didukung oleh Tiongkok. Seperti contoh baru-baru ini dari apa yang dilakukan perusahaan dan negara bersama-sama, Vietnam telah memberikan lampu hijau kepada AES Corporation – perusahaan di Virginia – untuk melanjutkan proye pembangkit listrik dan terminal impor LNG senilai US$ 2,8 miliar. Perjanjian AES ditandatangani dengan Petrovietnam Gas untuk mengesahkan proyek besar yang akan membuka pintu bagi masuknya miliaran dolar per tahun ekspor LNG AS ke Vietnam. Itu yang disebut win-win situation nyata,” ujar Pompeo dalam tayangan video.

Prinsip-prinsip Baik

Pompeo meyakini, apabila prinsip-prinsip baik seperti kebebasan, keadilan dan perdagangan timbal balik, lingkungan investasi terbuka, serta pemerintahan yang baik dan kebebasan di laut tidak diusik maka umat manusia dapat bebas melepaskan energi kreatifnya.

“Lapangan kerja lokal akan tumbuh, kemiskinan akan turun dan inovasi teknologi bakal maju pesat. AS telah berkomitmen untuk membantu menciptakan kondisi bagi para sekutu dan mitra kami untuk maju,” katanya.

Minh sendiri berharap kawasan ini terus menjadi pemimpin ekonomi dunia dengan kontribusi besar dari komunitas bisnis AS, dan negara-negara lain di kawasan. Dia menuturkan bahwa Vietnam telah aktif berpartisipasi baik dalam forum internasional dan regional, dengan mengusung kebijakan integrasi internasional yang mendalam dan komprehensif demi stabilitas dan kemakmuran di kawasan dan dunia.

Kawasan Asia-Pasifik, dengan jalur lautnya, merupakan tempat bertemunya negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dan paling dinamis di dunia. Kawasan ini merupakan wilayah yang diperkirakan menyumbang hampir 70% dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2050.

“Sebagai salah satu ekonomi terbuka yang besar, masa depan lebih dari 90 juta penduduk Vietnam semakin terkait erat dengan kawasan Asia-Pasifik. Banyak negara di kawasan ini yang akan terus menjadi investor terbesar dan mitra dagang terkemuka Vietnam. Forum ini menawarkan peluang bernilai untuk perubahan pandangan menyeluruh, dan memeriksa usulan tentang bagaimana kita bisa membantu pengembangan bisnis dan investasi kita di antara negara lain, dan juga dengan AS dalam tahun-tahun mendatang,” ujar Minh.

 

 

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN