Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. ( Foto: JEFF OVERS / BBC / AFP )

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. ( Foto: JEFF OVERS / BBC / AFP )

Inggris akan Luncurkan Bank Infrastruktur

Senin, 1 Maret 2021 | 06:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Departemen keuangan (Depkeu) menyampaikan pada Sabtu (27/2), bahwa Pemerintah Inggris akan meluncurkan Bank Infrastruktur baru dengan modal 12 miliar poundsterling (US$ 17 miliar), dan 10 miliar dalam bentuk jaminan pemerintah. Tujuan peluncuran bank ini adalah untuk mulai menggerakkan perekonomian.

Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris Rishi Sunak diperkirakan menyampaikan pengumuman pendanaan awal dalam rapat anggaran Rabu (3/3), dan bank baru itu bakal dirilis pada musim semi. Demikian menurut pernyataan departemen keuangan.

“Bisnis Inggris dan publik Inggris Raya berhak atas infrastruktur kelas dunia, dan itulah yang akan dibantu oleh bank baru ini untuk kami berikan kepada mereka,” ujar Sunak, dilansir dari AFP.

Menurut laporan, Bank Infrastruktur akan membiayai proyek-proyek sektor swasta dalam ekonomi hijau. Dengan fokus pada bidang-bidang, seperti penangkapan karbon dan energi terbarukan. Bank ini juga memberikan pinjaman kepada otoritas lokal dengan suku bunga rendah guna mendukung proyek-proyek infrastruktur yang kompleks.

Depkeu Inggris mengungkapkan, Bank Infrastruktur akan menggelontorkan anggaran miliaran lebih dalam keuangan swasta untuk mendukung investasi infrastruktur senilai 40 miliar pound guna menghidupkan ekonomi, dan membantu mencapai komitmen pada emisi nol bersih dan mengurangi deprivasi regional.

Pengumuman itu disampaikan di tengaj kondisi ekonomi Inggris yang terdampak parah oleh aturan karantina (lockdown) terkait pandemi Covid-19.

Sementara itu, para analis memperkirakan angka pengangguran melonjak ketika skema cuti Pemerintah Inggris membayar sebagian besar upah bagi jutaan di sektor swasta berakhir – seperti yang direncanakan saat ini – pada akhir April mendatang.

Pekan lalu, Sunak mengisyaratkan akan mengumumkan bantuan ketenagakerjaan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Sebagai informasi, menkeu pertama kali mengumumkan soal Bank Infrastruktur pada November tahun lalu, dan mengatakan kantor pusatnya akan berada di Inggris utara daripada di pusat keuangan London.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN